logo


Hati-hati, Nyeri Haid Bisa Menjadi Pertanda Awal Terkena 4 Penyakit Berbahaya Ini

Apa saja?

24 Januari 2019 19:00 WIB

Ilustrasi nyeri haid
Ilustrasi nyeri haid

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketika periode menstruasi Anda datang, Anda akan lebih memilih meninggalkan semua aktivitas berat dan berbaring saja di ranjang. Bukan karena malas, namun karena rasa nyeri di perut yang mengganggu. Apakah nyeri haid yang Anda rasakan wajar? Atau justru ini adalah tanda dari penyakit berbahaya?

Nyeri haid saat sedang mengalami menstruasi merupakan rasa sakit yang wajar jika dialami wanita setiap bulan. Hal ini terjadi akibat adanya kontraksi otot-otot rahim yang diperlukan untuk meluruhkan lapisan rahim.

Kondisi kram di bagian perut ini sebenarnya normal, namun ada saatnya rasa sakit tersebut merupakan gejala adanya gangguan penyakit. Sering kali gangguan ini terabaikan karena dianggap sebagai rasa sakit biasa. Kenali sejak awal apakah nyeri haid yang Anda rasakan normal atau indikasi adanya penyakit.


Sering Dikira Gejala Maag, Padahal Itu Pertanda Kamu Terserang Penyakit Jantung

Berikut ke-4 penyakit berbahaya tersebut yang dikutip dari laman Hello Dokter (24/01)

1. Dismenore sekunder

Dismenore sekunder sering kali mulai muncul pada usia 20 tahun. Jika pada usia 40 tahun ke atas timbul gejala nyeri haid yang tidak pernah dialami, penting sekali untuk memeriksakan diri ke dokter.

Sakit dari dismenore sekunder biasanya dimulai lebih awal dalam siklus menstruasi dan berlangsung lebih lama dari kram menstruasi pada umumnya. Gejala lain adalah Anda akan merasakan nyeri yang semakin luar biasa selama haid dan akan menghilang setelah selesai menstruasi.

Rasa sakit ini biasa disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi wanita seperti adanya kelainan organik dalam pelvis, bisa karena kista ovarium, endometriosis, infeksi menular seksual, radang panggul, mioma, atau penggunaan alat kontrasepsi IUD (spiral).

Jika disebabkan karena nyeri haid sekunder, obat-obatan pereda nyeri biasanya tidak akan berpengaruh. Untuk mengetahui penyebab nyeri haid sekunder perlu dilakukan pemeriksaan dokter.

Biasanya lewat USG saja tidak cukup. Untuk endometriosis (pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim) misalnya, perlu laparoskopi. Perlu juga pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya infeksi.

Anda Sering Berkeringat? Hati-hati, Bisa Jadi Pertanda Terkena Penyakit Mematikan Ini

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma