logo


Terkait Impor Jagung, Buwas: Kenapa Harus Impor...

Produksi dalam negeri menjadi salah satu pertimbangan.

23 Januari 2019 21:40 WIB

Budi Waseso
Budi Waseso Tirto

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Setelah menolak impor beras, kini Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan bahwa izin impor jagung 30.000 ton tidak wajib dijalankan.

"Belum pasti harus dilaksanakan. Kalau ternyata bisa dipenuhi dalam negeri, kenapa harus impor," tegas Buwas seperti dilansir wartaekonomi, Rabu (23/1).

Baca juga: 2 Sespri Ungkap Ilmu Rahasia Prabowo, "Kamu Sudah Pernah Dengar Ilmu Lebih?”


Jokowi Lempar Kantong Beras di Depan Buwas, Netizen: Awas To Pakdhe...

Selanjutnya, Buwas mengaku bahwa Bulog mendapatkan impor jagung 99.000 ton dari total yang dipesan 100.000 ton pada tahun 2018.

Jumlah itu sendiri sudah didistribusikan langsung sesuai kebutuhan peternak lantaran Bulog tidak memiliki gudang khusus menyimpan jagung.

"Kita ini mengimpor berdasarkan kebutuhan kelompok peternak yang dilaporkan pada kita, maka kita angkat dalam rakortas. Setelah kita putuskan, ternyata banyak peternak lain yang minta," lanjutnya.

"Kita lihat perkembangannya, ini kan harus dilihat soal panen, kita akan hitung ulang. Kalau nanti ternyata bisa dipenuhi dalam negeri, kita tidak perlu (impor)," pungkasnya.

Jokowi Sebut Petani Rugi Kalau Harga Turun, Netizen: Kenapa Gak dari Dulu Bos?

Halaman: 
Penulis : De Sukmono