logo


Kebijakan Tiongkok Pusingkan Pengusaha Batu Bara Indonesia

Tiongkok akan mengurangi penggunaan batu bara

17 Februari 2015 12:00 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kebijakan energi Tiongkok yang akan mengurangi konsumsi batu bara karena tingginya tingkat polusi berdampak negatif bagi perusahaan tambang itu di Indonesia.

Tiongkok adalah pembeli batu bara terbesar. Jika kebijakan mereka mulai diterapkan maka nasib perusahaan batu bara Indonesia akan semakin melemah. Sejak tahun 2011 sampai sekarang pelemahan harga batu bara sudah menyebabkan banyak perusahaan tambang yang gulung tikar.

Pakar ekonomi Universitas Gajah Mada, Tony Prasetiantono mengatakan, kebijakan pengurangan konsumsi batu bara Tiongkok disebabkan Bank Dunia meminta mereka untuk menurunkan pertumbuhan ekonominya. Jika pertumbuhan ekonomi Tiongkok diturunkan, makan penggunaan batu bara juga otomatis akan berkurang.


Selain Harga, Pemerintah Juga Prioritaskan Pengelolaan Lingkungan di Subsektor Batubara

"Tingginya konsumsi batu bara Tiongkok menyebabkan polusi, terutama Pembangkit Listrik Tenaga Uap mereka. Tiongkok juga diminta mengganti atau mengkonversi pembangkit listriknya dengan energi lain selain batu bara, terutama minyak, karena saat ini harga minyak sedang turun," kata Tony di Jakarta, Senin (16/2).

Melihat kenyataan ini, komoditas batu bara tidak bisa lagi menjadi andalan ekspor karena Tiongkok sebagai konsumen terbesar telah menurunkan permintaannya seiring dengan melemahnya permintaan pasar dunia, dan jatuhnya harga.

Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadiwibowo mengatakan, komoditas batu bara masih sulit menjadi andalan ekspor. Untuk diketahui harga batu bara acuan (HBA) untuk enjualan langsung (spot) yang berlaku 1 Januari 2015 hingga 31 Januari 2015 pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB vessel) adalah US$ 63,84/ton. Turun US$ 0,81 atau setara 1,25%, dibandingkan dengan HBA Desember 2014 sebesar US$ 64,65.

"Komoditas yang masih merepotkan itu batu bara, sulit lagi menjadi andalan," katanya.

Dia menambahkan, batu bara memegang porsi ekspor sebesar 30 persen bersama crude palm oil (CPO) disusul barang-barang elektronik dan minyak mentah. "Batu bara memegang peranan yang besar untuk ekspor Indonesia," katanya.

Harga Batu Bara Kalori Tinggi Menurun, PT Bukit Asam Tetap Pertahankan Target Produksi

Halaman: 
Penulis :