logo


Baasyir Batal Bebas, Demokrat: Inilah Rezim Jokowi, Mengurus Negara Asyik Sendiri

"Ini namanya pembebasan bersyarat. Bukan pembebasan murni. Pembebasan bersyarat syaratnya harus dipenuhi"

23 Januari 2019 06:49 WIB

Terpidana Abu Bakar Ba\'asyir di Lapas Gunungsindur Bogor.
Terpidana Abu Bakar Ba'asyir di Lapas Gunungsindur Bogor. TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah tidak memenuhi permintaan pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir. Hal ini lantaran persyaratan formil tidak terpenuhi.

Pada awalnya Presiden Jokowi mempertimbangkan permintaan itu. "Ustad Abu Bakar Ba'asyir sudah sepuh dan kesehatannya sering terganggu. Ya bayangkan kalau kita sebagai anak melihat orangtua kita sakit-sakitan seperti itu. Itulah (sebelumnya) yang saya sampaikan secara kemanusiaan," ungkap Jokowi.

Baca Juga: Hotman Paris Ungkap Kedekatannya dengan Rizieq Shihab, "Benar 1,5 Tahun, Saya..."


Meskipun Enggan Taati Pancasila, Putra Baasyir Ungkap Sosok Ayahnya, "Tidak Pro dengan ISIS"

Terungkap, Bukan Pemerintahan, Ini Profesi yang Akan Digeluti Sri Mulyani Usai Pensiun dari Jabatannya

Meskipun begitu, dalam prosesnya Jokowi mengatakan terdapat aspek lain yang harus tetap ditaati, yaitu prosedur hukum yang sesuai dengan perundang-undangan.

"Ini namanya pembebasan bersyarat. Bukan pembebasan murni. Pembebasan bersyarat syaratnya harus dipenuhi. Contohnya, setia pada NKRI, setia pada Pancasila, itu sangat prinsip sekali," lanjut Jokowi yang Jitunews lansir dari akurat.co (22/1).

Hal ini ditanggapi oleh politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean yang mengkiritk keras pernyataan pemerintah terkait bagaimana menangani kasus Abu Bakar Ba'asyir.

Ibarat Kacang Lupa Kulitnya, Kubu Prabowo: Jokowi Punya Problem Etis

"Beginlah cara-cara rejim Jokowi mengurus negara. Betul-betul asik sendiri tanpa memikirkan aspek lain. Sudah bilang bebas, sudah bilang cinta ulama, sudah bilang dipenjara era SBY. Tapi batal juga, kasihan ustaz ABB dipermainkan seperti ini," jelas Ferdinand.

Disindir Permadi Arya, Ferdinand: #JKWBatalCintaUlama

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata