logo


PDIP Minta Ba'asyir Keluar dari NKRI dan Jadi Warga Negara Lain

Abu Bakar Ba'asyir menolak untuk bersumpah setia pada Pancasila sebagai syarat kebebasannya

21 Januari 2019 05:38 WIB

Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba\'asyir.
Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Abu Bakar Ba'asyir menolak untuk bersumpah setia pada Pancasila sebagai syarat kebebasannya menuai kritik tajam dari berbagai kalangan termasuk dari Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

Tak segan-segan, Hasto menyarankan Ba'asyir untuk keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga: Terungkap, Bukan Melulu Untuk Berias, Ini Fungsi Sebenarnya Cermin di Lift


Gerindra Nilai Pembebasan Ba'asyir oleh Jokowi Ada Maunya, Netizen Bilang "Begitulah Namanya Lawan"

Menurutnya, sebagai warga Indonesia, Ba'asyir harus menaati nilai-nilai Pancasila dan mengamalkannya.

Baca Juga: Jika Kamu Memiliki Ciri Fisik Seperti Ini, Selamat, Kamu Termasuk Orang Cerdas!

"Setiap warga negara Indonesia wajib untuk setia pada Pancasila dan NKRI. Sekiranya tidak mau punya komitmen yang kuat terhadap NKRI sebagai kewajiban warga negara, ya silahkan jadi warga negara lain," sebut Hasto yang Jitunews lansir dari Inikata.com (20/1).

Baca Juga:

Ferdinand Tanggapi Jokowi Soal Pembebasan Ba'asyir, "Seolah Berjasa dan Berbaik Hati"

Edy Rahmayadi Mundur dari Ketum PSSI, Andi Arief: Kudeta Karena Menolak Menangkan Atasan

Lebih lanjut, jika Baasyir ingin memperoleh pembebasan bersyarat, maka Ba'asyir itu harus menandatangani dokumen berisi pernyataan sumpah untuk patuh NKRI dan Pancasila.

Namun, hingga saat ini dokumen tersebut belum diteken.

Pedagang Pasar Mengadu ke Hasto, "Pasar Sepi Karena Omongan Sandiaga"

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata