logo


Desak BPK Audit Pembelian Saham Freeport, Fahri: Dugaan Saya Ini Permainannya…

Fahri menilai, ada transaksi di PT Inalum yang tidak bisa diawasi oleh DPR

16 Januari 2019 17:54 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, meminta Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk melakukan audit terhadap PT Inalum perihal melunasi biaya pembelian 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Fahri menilai, ada transaksi di PT Inalum yang tidak bisa diawasi oleh DPR, sehingga audit dari BPK diperlukan.

“Karena apa yang di Inalum itu ada transaksi yang tidak bisa diawasi DPR, siapa yang memberikan utang, mana struktur utangnya, siapa yang menjamin utang itu dan bagaimana saham 51 persen yang dijaminkan kembali sebagai jaminan utang kemudian perusahaan apa yang terlibat konsorsium mana yang terlibat,” ujar Fahri, di acara diskusi 'Divestasi Freepot: Indonesia Untung atau Buntung?' di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/1).


KESDM Ubah Persyaratan Izin Usaha Niaga Umum BBM, Cek di Sini!

“Sebab dugaan saya ini permainannya itu pemilik saja, pemilik yang memberikan pinjaman. Konsorsium yang mau memberikan pinjaman sama dengan yang mau kita beli,” tambahnya.

Fahri menyebut, apabila BPK melakukan audit terhadap PT Inalum, hal tersebut diharapkan dapat memberikan rasa tenang masyarakat Indonesia terutama masyarakat Papua.

“Kita menuntut audit untuk memberikan rasa tenang bangsa kita, Indonesia khususnya masyarakat Papua tentang transaksi apa yang terjadi di freeport yang benar,” pungkasnya.

 

KKKS Sepakat Jual Minyak ke Pertamina, Dirjen Migas: Ketahanan Energi Kita Semakin Baik

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana