logo


Soal Harga Avtur, Jonan: Saya Minta Pak Wamen untuk Mengecek, Karena Sudah Mulai Ribut

Jonan meminta agar harga avtur kompetitif dibandingkan negara lainnya, seperti Singapura.

15 Januari 2019 12:45 WIB

Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar.
Ignasius Jonan dan Arcandra Tahar. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menitipkan pesan khusus kepada Direktur Pembinaan Hilir Migas yang baru saja dilantiknya kemarin Senin (14/1), yakni Ir. Muhammad Rizwi Jinalisaf Hisjam, M.Si.

Jonan meminta, agar Rizwi terus mendorong pembangunan kilang minyak baru di Indonesia. Selain itu, dipimpin Wamen ESDM, membuat suatu formula agar harga BBM di Indonesia menjadi wajar.

"Jadi tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah. Khususnya JBU (jenis BBM umum) yang (harganya) tidak dikendalikan oleh Pemerintah,” papar Jonan, seperti dilansir dari website resmi Ditjen Migas.


2019, Proses Transisi Blok Rokan Lebih Diintensifkan

Tak berhenti di situ, Jonan juga meminta agar harga avtur harus kompetitif dibandingkan negara lainnya, seperti Singapura.

“Harga avtur harus bisa kompetitif. Kalau mau dikurangi, yang dikurangi adalah kebijakan pajaknya. Komponen lainnya harus bisa kompetitif. Jangan harga avtur, misalnya di Singapura, lebih murah daripada harga avtur di Indonesia,” tegas Jonan.

Untuk daerah terpencil seperti Tarakan dan Merauke bisa saja penetapan harga Avtur ditambahkan komponen harganya. Namun untuk di daerah-daerah gemuk penumpang seperti Makassar, Surabaya serta Bali, harganya harus kompetitif.

“Ini saya minta Pak Wamen untuk mengecek karena sudah mulai ribut,” tutup Jonan.

 

Tahun Ini, Tiga PLTP Berkapasitas Total 100 MW Ditargetkan Beroperasi

Halaman: 
Penulis : Riana