logo


Serem, Jangan Sekali-kali Mengucapkan Dua Kata Ini di Gunung Anak Krakatau, Akibatnya Tanggung Sendiri

Di sisi lain, ternyata Gunung Anak Krakatau menyimpan kisah mitos yang melegenda di masyarakat

15 Januari 2019 02:15 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau suar.id

BANTEN, JITUNEWS.COM - Gunung Anak Krakatau pada akhir tahun lalu sempat erupsi bahkan mengakibatkan tsunami yang melanda Banten dan Lampung.

Akibat erupsi tersebut, kini Anak Krakatau berukuran lebih kecil, yang dulunya mencapai 338 meter, sekarang hanya 110 meter di atas permukaan air laut.

Baca Juga: Prabowo Minta Emak-Emak Gelar Tikar dan Tidur di TPS, Warganet: Siap-siap Ambulans


Pasca Tsunami Selat Sunda, TNI AL Temukan Hal Janggal di Dasar Laut Perairan Anak Krakatau

Di Orasi Kebangsaan, Prabowo Sebut "Dokter Gajinya Lebih Kecil dari Tukang Jaga Parkir"

Di sisi lain, ternyata Gunung Anak Krakatau menyimpan kisah mitos yang melegenda di masyarakat, yaitu pantangan-pantangan saat megunjungi daerah Anak Krakatau.

Mereka yang berkunjung tidak boleh menyebut kata kepiting. Dan masyarakat sekitar mengganti nama kepiting dengan kerbau. Hal ini lantaran konon ketika orang yang menyebut kepiting akan mendapatkan kemalangan.

Selanjutnya, jika menemukan rumput liar yang disebut dengan oyot, maka kita tidak boleh menyebut kata tersebut, diganti dengan kesara, yaitu tali kekang untuk kerbau. Jika dilanggar, konon akan terjadi kemalangan, seperti sakit perut hingga kehilangan perahu, seperti yang Jitunews kutip dari nova.com (13/1).

Inilah Kisah Mitos Gunung Slamet, dari Jadi Seperti Hewan Hingga Membuat Pulau Jawa Tenggelam

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex