logo


Produksi Melonjak Hingga Kalahkan Rokan, Blok Cepu Jadi Primadona

Peningkatan produksi ini terjadi berkat pemasangan fasilitas alat pendingin (cooler) yang dilakukan ExxonMobil

14 Januari 2019 14:29 WIB

Lapangan Minyak Blok Cepu, Bojonegoro
Lapangan Minyak Blok Cepu, Bojonegoro ExxonMobilIndonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Blok Cepu kini menjadi penopang dalam meningkatkan laju produksi dan lifting (siap jual) minyak bumi nasional. Pasalnya, produksi blok tersebut saat ini mencapai 220 ribu barel per hari (bph), dan diperkirakan akan bertahan hingga 2020 nanti.

Kementerian ESDM mencatat, angka tersebut lebih tinggi daripada yang ada di proposal pengembangan (PoD) yang disetujui di awal, yakni sebesar 165 ribu bph. Peningkatan produksi Blok Cepu ini juga bukan yang pertama kali.

Tahun 2017, produksinya meningkat menjadi 185 ribu bph dan tahun ini ditargetkan sebesar 216 ribu bph.


Selama 2018, Pembangunan Smelter Nikel Masih Mendominasi

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, mengungkapkan, peningkatan produksi ini terjadi berkat pemasangan fasilitas alat pendingin (cooler) yang dilakukan ExxonMobil selaku operator Blok Cepu.

"Blok Cepu itu kan sekarang menyalip Chevron (Blok Rokan), dia awal Plan of Development (POD) 165 ribu barel per hari lalu kami upayakan ke 185 ribu barel per hari, lalu naik ke 220 ribu barel per hari, itu upayanya dengan memasang fasilitas cooler," jelas Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, di Kementerian ESDM, Jakarta, belum lama ini.

Fasilitas cooler, imbuh Djoko, paling tidak bisa mempertahankan produksi blok Cepu sesuai Rencana Program dan Anggaran (WP&B) sampai tahun 2020. Dengan begitu, apabila nanti di tahun 2021 terjadi penurunan bisa teratasi dari produksi lapangan Kedung Keris yang akan mulai beroperasi di akhir tahun ini.

"Kedung Keris sekarang dalam proses pemasangan pipa, sepanjang 6 km untuk masuk di fasilitas lapangan Banyu Urip," terang Djoko.

KESDM Klaim 5 Proyek Ini Bikin Cadangan Minyak RI Naik

Halaman: 
Penulis : Riana