logo


Mulai Hari Ini, Pertagas Niaga Sulpai CNG untuk Trans Semarang

Pemanfaatan CNG Envogas oleh PTGN dilakukan guna mendukung konversi energi BBM ke BBG

9 Januari 2019 12:17 WIB

BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang
BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang ist

SEMARANG, JITUNEWS.COM – PT Pertagas Niaga (PTGN) selaku afiliasi Pertamina yang bergerak dalam usaha niaga gas alam mulai mensuplai Compressed Natural Gas (CNG) Envogas untuk bahan bakar transportasi gas bagi bus Trans Semarang mulai hari ini, Rabu (9/1).

Pemanfaatan CNG tersebut bersamaan dilakukan dalam acara Grand Launching BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang berbahan bakar gas di Hotel Patra Jasa Semarang, Jawa Tengah.

Adapun, acara ini dihadiri Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrasuktur Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso, ST, MBA; Plt Bina Pembangunan Kemendagri, Drs Eduard Sigalingging, M.Si; Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan Kemenko Perekonomian, Dr Rizal Edwin Manansan AK,M.SC; Gubernur Jawa tengah, Ganjar Pranowo; Wali Kota Toyama, MR. Masashi Mori; Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi; VP Strategic Planning & Development PT Pertamina (Persero), Edwin Irwanto; VP Commercial Java PT Pertagas Niaga, Kusdi Widodo; dan President of Hokusan, Co, Ltd, Yamaguchi Masahiro.


Akhir Bulan Ini, Kontrak Gross Split Blok Rokan Bakal Diteken

Pemanfaatan CNG Envogas oleh PTGN dilakukan guna mendukung konversi energi BBM ke BBG. Diharapkan, hal ini dapat mendukung pemanfaatan energi bersih yang ramah lingkungan, lebih efisien dan hemat.

"Pada tahap awal Suplai CNG Envogas diperoleh dari mobile refuelling unit (MRU) dan selanjutnya akan disuplai oleh 3 SPBG yang telah tersedia di kota Semarang yang dibangun Pertamina melalui dana APBN. Dengan 72 armada bus Trans Semarang koridor 1, 5, 6 dan 7 diharapkan selain bisa meningkatkan kualitas transportasi juga menyumbang lingkungan yang lebih bersih bagi warga Semarang dan sekitarnya. Selain itu, hal tersebut juga mendukung program pemerintah terkait diversifikasi BBM ke bahan bakar gas," tutur Kusdi, dalam keterangan resminya, Rabu (9/1).

Lebih lanjut, Kurdi menuturkan, MRU adalah solusi untuk pemanfaatan gas bagi kebutuhan industri dan transportasi dengan cara cepat, MRU didesain khususnya untuk memenuhi kebutuhan gas bagi wilayah yang belum tersambung jaringan pipa gas.

“Artinya, di manapun saat ini suplai CNG mendukung ketahanan energi yang dibutuhkan bagi industri maupun transportasi,” tutup Kusdi.

BPH Migas Sebut Kuota Premium 2019 Tak Ditambah, Alasannya…

Halaman: 
Penulis : Riana