logo


BPH Migas Sebut Kuota Premium 2019 Tak Ditambah, Alasannya…

Volume kuota BBM jenis premium pada 2019 adalah sebesar 11,8 juta kiloliter (KL)

9 Januari 2019 09:33 WIB

Selang pengisian BBM.
Selang pengisian BBM. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, M Ibnu Fajar, mengatakan, volume kuota BBM jenis premium pada 2019 adalah sebesar 11,8 juta kiloliter (KL). Jumlah ini tidak berubah bila dibandingkan 2018.

"Kami sudah sidangkan di akhir tahun tapi mungkin tinggal penugasannya secara resmi yang belum," kata Ibnu, dilansir dari JawaPos, kemarin.

Ibnu melanjutkan, penetapan kuota premium tidak mengalami perubahan. Alasannya, tahun lalu serapannya tidak mencapai 100 persen, meski Pemerintah sudah merevisi aturan yang membuat premium kembali dijual di Jawa, Madura dan Bali (Jamali).


Sumur Bor, Warga Desa Balesari di Malang Tak Kesulitan Air Bersih Lagi

“Kita menetapkan Jamali sebagai wilayah penugasan (lagi) kan sekitar pertengahan tahun. Jadi realisasi itu kan harusnya satu tahun penuh. Makanya kita antisipasi safety faktor sekitar 5 persen,” jelasnya.

Ia menambahkan, penetapan badan usaha yang akan menyalurkan premium sifatnya adalah penugasan yaitu selama lima tahun. Tetapi, untuk volume kuota ditetapkan per tahun dimana badan usaha akan ikut lelang terlebih dahulu.

"Itu (penetapan volume) sifatnya penugasan lima tahun, tapi tiap tahun kita bisa. Karena mekanisme lelangnya ke badan usaha akhirnya yang ikut itu-itu aja lelangnya. Jadi untuk mempermudah saja," tuntasnya.

Akhir Bulan Ini, Kontrak Gross Split Blok Rokan Bakal Diteken

Halaman: 
Penulis : Riana