logo


Pembangunan Smelter Mandek, Freeport Tetap Ajukan Perpanjangan Izin Ekspor

Pembangunan smelter adalah salah satu syarat utama mendapatkan perpanjangan rekomendasi ekspor.

9 Januari 2019 09:06 WIB

Wilayah area pengolahan mineral tambang Erstberg PT Freeport Indonesia di Tembaga Pura.
Wilayah area pengolahan mineral tambang Erstberg PT Freeport Indonesia di Tembaga Pura. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Freeport Indonesia (PTFI) mengklaim sudah mengajukan perpanjangan rekomendasi izin ekspor konsentrat tembaga ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pasalnya, rekomendasi yang berlaku selama satu tahun itu akan berakhir pada 15 Februari nanti. Pengajuan perpanjangan dilayangkan paling lambat 30 hari sebelum masa berlaku habis.

Juru bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama, tak menampik bahwa pihaknya sudah memberikan permohonan itu kepada KESDM.


Program B30 Diusulkan Disetop, Begini Respon KESDM

"Sudah kami ajukan perpanjangan," kata Riza, di Jakarta, (8/1).

Lebih jauh, Riza juga belum bisa merinci kemajuan pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur. Padahal, pembangunan smelter adalah salah satu syarat utama mendapatkan perpanjangan rekomendasi ekspor.

Adapun, evaluasi kemajuan smelter dilakukan KESDM setiap enam bulan sekali terhitung sejak diterbitkannya rekomendasi ekspor. Setiap evaluasi itu progres smelter minimal 90% dari rencana kerja. Bila tidak mencapai target tersebut maka izin ekspor akan dicabut.

Dikutip dari Beritasatu.com, kemajuan smelter Freeport sendiri baru mencapai 2,43% pada Februari 2018. Progresnya berupa penimbunan lahan smelter seluas 200 hektar. Adapun, kegiatan tersebut menelan investasi hingga US$100 juta. Berdasarkan rencana kerja hingga Agustus 2017, progres tambahan sebesar 2,75%. Dengan begitu total kemajuan pembangunan smelter mencapai 5,18%.

 

Pertamina Bantu Penyandang Disabilitas Tekuni Kerajinan Batik Sriekandi Patra

Halaman: 
Penulis : Riana