•  

logo


Tutup Satgas Naru, Pertamina Klaim Penyaluran BBM dan LPG Lancar

Pertamina memiliki kesiapan sarana 497 unit mobil tanki non regular dan 1.123 awak mobil tangki.

8 Januari 2019 21:13 WIB

Ilustrasi pendistribusian bbm oleh mobil tangki pertamina
Ilustrasi pendistribusian bbm oleh mobil tangki pertamina IST

BALIKPAPAN, JITUNEWS.COM - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VI Kalimantan resmi menutup Posko Satgas Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Region Manager Comm. & CSR Kalimantan, Yudi Nugraha, mengatakan bahwa Satgas Pertamina untuk Natal dan Tahun Baru 2019 dinyatakan berlangsung lancar dan aman karena telah memiliki kesiapan sarana 497 unit mobil tanki non regular dan 1.123 awak mobil tangki.

“Alhamdulillah satgas kali ini berlangsung aman dan lancar, SPBU yang berada di jalur keramaian dan jalur wisata telah diinstruksikan untuk buka selama 24 jam dan dipenuhi pasokannya ” ujar Yudi, dalam keterangan resminya kepada Jitunews.com, Selasa (8/1).


Genjot Rasio Elektrifikasi, Jonan Minta Daerah yang APBD-nya Besar Lakukan Ini

Yudi menjelaskan bahwa Pertamina MOR VI mencatat, selama periode Satgas Naru, penyaluran BBM jenis gasoline (premium, pertalite dan pertamax series) mengalami peningkatan total sebesar 3%, yaitu dari rata-rata normal sebesar 6.758 KL menjadi 6.948 KL.

“Sedangkan untuk produk Gasoil (biosolar dan dex series) mengalami penurunan sebesar 13%, yaitu dari rata-rata harian normal sebesar 2.989 kiloliter menjadi 2.587 Kiloliter,” kata Yudi.

Terkait penyaluran seluruh LPG, selama masa Satgas ini tercatat rata-rata penyaluran LPG subisidi dan non-subsidi sebesar 1.467 MT/hari. Jumlah ini naik 1% dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal sebesar 1.455 MT/hari. Selama masa Satgas Naru telah disiagakan pangkalan LPG PSO (Public Service Obligation) sebanyak 822 pangkalan dan Non PSO 263 sub agen.

Kemudian, kata Yudi, Konsumsi rata-rata harian avtur untuk bahan bakar pesawat mengalami penurunan 7% selama masa satgas sebesar 667 KL dari rata-rata harian normal yaitu 772 KL.

“Hal ini dikarenakan jumlah penerbangan selama masa Natal dan Tahun Baru tahun ini masih normal dan cenderung menghabiskan waktu liburnya di pulau Jawa,” pungkasnya.

PNBB Lampaui Target, Dirjen EBTKE: Lebih dari 90% Anggaran untuk Rakyat

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana