logo


Pangkas Produksi Batubara, Alasan KESDM Ternyata…

Dari sebelumnya di tahun 2018 sebesar 485 juta ton menjadi 480 juta ton.

8 Januari 2019 14:29 WIB

Batubara.
Batubara. Thinkstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas produksi batubara pada tahun 2019 ini, dari sebelumnya di tahun 2018 sebesar 485 juta ton menjadi 480 juta ton.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot, mengatakan, hal tersebut dilakukan pihaknya untuk menjaga harga batubara tetap bagus, dan diharapkan Harga Batubara Acuan (HBA) ke depan bisa menguat.

"Macam-macam lah. Supaya harga (HBA) bagus, semuanya, komprehensif," kata Bambang, di Kementerian ESDM, kemarin.


Anak Usaha Pertamina Jajal Bisnis Hotel di Mekkah

Hanya saja, kata dia, ke depan peluang penambahan produksi batubara, kata Bambang, terbuka. Yakni, sewaktu revisi Rancangan Kerja Anggaran Biaya (RKAB) pada Juli 2019.

Yang pasti, sambung Bambang, jumlah produksi ini sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Nanti kita lihat perkembangannya, dan biasanya perusahaan mengajukan revisi itu paling lambat juli. nanti kita lihat," tuntas dia, dikutip dari inilah.com.

Diketahui, Harga Batubara Acuan (HBA) pada Januari 2019 sebesar US$92,41/ton. Harga ini turun tipis bila dibandingkan pada bulan Desember 2018 senilai US$92,51/ton.

Adapun, faktor yang menjadi turunnya HBA pada Januari 2018 disebut karena kebijakan Pemerintahan China yang membatasi impor batu bara.

Kementerian ESDM sudah menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) Januari 2019 sebesar US$92,41/ton. Harga tersebut sedikit terkoreksi dibandingkan HBA di Desember 2018 sebesar US$92,51/ton.

Kebijakan Pemerintahan Tiongkok yang membatasi impor batubara menjadi penyebab terkoreksi harga di awal 2019 ini.

Jonan Minta Pos Pengamatan Gunungapi Bromo Dipindah, Alasannya?

Halaman: 
Penulis : Riana