logo


Kebijakan Pembatasan Impor oleh Tiongkok Picu Penurunan HBA Bulan Ini

HBA bulan ini melanjutkan tren penurunan sejak lima bulan terakhir

7 Januari 2019 20:50 WIB

Tambang batu bara milik Adaro
Tambang batu bara milik Adaro adaro.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Memasuki awal tahun 2019, Pemerintah telah mematok harga batubara untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel).

Harga Batubara Acuan (HBA) Januari 2019 ditetapkan oleh Menteri ESDM dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 01/K/30/MEM/2019 sebesar USD 92,41/ton atau turun tipis sebesar USD 0,10/ton dari bulan Desember 2018.

HBA bulan ini melanjutkan tren penurunan sejak lima bulan terakhir, yaitu Agustus (107,83/ton), September (104,81/ton), Oktober (100,89/ton), November (97,90/ton) dan Desember (92,51/ton). Angka HBA ini masih relatif stabil bila dibandingkan dengan HBA bulan yang sama pada tahun 2018 (year on year) yaitu USD 95,54/ton.


Jonan Pasrah, Lifting Migas Meleset dari Target

Penurunan HBA Januari 2019 ini disebabkan karena kebijakan pembatasan impor batubara oleh pemerintah Tiongkok. Sedangkan di sisi lain, pasar batubara global mengalami kelebihan pasokan. Hal tersebut juga yang menyebabkan harga batubara melemah sejak beberapa bulan terakhir.

Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Penentuan ini disetarakan pada nilai kalori batubara 6.322 kcal per kilogram Gross As Received (GAR), kandungan air (total moisture) 8 persen, kandungan sulfur 0,8 persen as received (ar), dan kandungan ash 15 persen ar.

Wuih! Pasokan Batubara untuk Domestik Melejit

Halaman: 
Penulis : Riana