logo


KPU: Sontoloyo, Genderuwo, Wajah Boyolali Itu Enggak Penting

KPU berharap dengan bocoran pertanyaan tersebut, paslon memiliki waktu untuk mempersiapkan diri dengan data-data sebagai pendukung

7 Januari 2019 15:20 WIB

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi bawaslu.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Keputusan KPU memberikan pertanyaan debat kepada capres-cawapres seminggu sebelum debat pilpres dilaksanakan menuai kontroversi.

Anggota KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, menjelaskan alasan keputusan KPU tersebut. Pramono mengatakan, 'boncoran' soal debat tersebut dilakukan agar gagasan dari masing-masing kandidat bisa diuraikan secara jelas.

“Sebenarnya yang kita inginkan dari metode debat KPU sekarang ini adalah mengeksplorasi gagasan visi misi itu, kita ingin mengarahkan diskusi publik kita itu lebih mengarah diskusi soal substansi program atau isi,” kata Pramono di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Senin (7/1).


Bantah Tim Jokowi, Tim Prabowo: Mana Mungkin Kami Menolak Debat

“Jadi bukan lagi soal sontoloyo, genderuwo, wajah Boyolali, dan seterusnya. Itu enggak penting,” sambungnya.

Ia berharap dengan bocoran pertanyaan tersebut, paslon memiliki waktu untuk mempersiapkan diri dengan data-data sebagai pendukung.

Tim Jokowi: Kasihan Citra Pak SBY

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata