logo


Dirjen Minerba: Tahun Ini, Jangan Berharap Untung dari Freeport Dulu

Bambang menuturkan, kemungkinan penurunan tersebut terjadi dikarenakan rencana Freeport yang akan masuk ke tambang dalam.

7 Januari 2019 14:44 WIB

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono
Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, menegaskan bahwa penerimaan PT Freeport Indonesia (PTFI) turun pada 2019. Jadi, kata dia, jangan berharap untung.

"Penerimaan Freeport (akan) turun pada 2019, baik revenue maupun pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA)," beber Bambang, di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut, Bambang menuturkan, kemungkinan penurunan tersebut terjadi dikarenakan rencana Freeport yang akan masuk ke tambang dalam.


HIP Biodiesel Januari 2019 Turun, Pemicunya Ini

"Tahun 2020 (Freeport) masuk ke tambang dalam, sehingga nanti diharapkan pada tahun itu revenue maupun EBITDA-nya akan naik," kata Bambang.

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa kemungkinan penurunan tersebut terjadi dikarenakan rencana Freeport yang akan masuk ke tambang dalam.

"Tahun 2020 (Freeport) masuk ke tambang dalam, sehingga nanti diharapkan pada tahun itu revenue maupun EBITDA-nya akan naik," kata Bambang.

Diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan pelunasan divestasi PT Freeport kepada PT Inalum (Persero) pada 21 Desember 2018.

"Disampaikan bahwa saham PT Freeport sudah 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar. Hari ini juga merupakan momen yang bersejarah setelah PT Freeport beroperasi di Indonesia sejak 1973," kata Jokowi saat itu.

Dengan demikian resmi sudah Indonesia menjadi pemegang saham mayoritas dengan menguasai 51 persen saham Freeport dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk perusahaan tambang tersebut diterbitkan, menggantikan Kontrak Karya (KK) Freeport yang telah berjalan sejak tahun 1967.

Penyalur BBM Satu Harga Ada di 131 Titik, 122-nya Dibangun Pertamina

Halaman: 
Penulis : Riana