logo


Ini Bahayanya Menggertakan Punggung Terlalu Sering

Kamu pernah mencoba menggertakan punggung hingga berbunyi 'krek'?

7 Januari 2019 02:29 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. google

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kamu pernah mencoba menggertakan punggung hingga berbunyi 'krek'? Membunyikan atau menggertakkan punggung semacam ini memang sering membuat rasa lega seperti melakukan peregangan.

Melansir dari Kompas.com, Jumat, (4/1), menggertakkan punggung tidak selamanya buruk. Asal, kamu tidak melakukannya terus menerus.

"Sesekali itu tidak apa-apa, tetapi menggertakkan punggung kamu setiap hari bisa menyebabkan tulang rawan aus hingga memicu rasa sakit atau mungkin tendon dan ligamen robek," ungkap Armin Tehrany, ahli bedah ortopedi dikutip dari Business Insider, Kamis (03/01/2019).


Meneliti Bertahun-tahun, Akhirnya Ilmuan Ini Ungkap Cara Agar Tak Mudah Sakit

Dalam laporan Healthline tahun 2017, menggertakkan sendi juga bisa membuat peregangan ligamen di sekitarnya. Hal ini kemudian dapat menyebabkan kondisi seperti ketidakstabilan terus menerus dan berisiko terkena osteoartritis.

Tak hanya itu, menggertakkan punggung kronis bisa membuat seseorang mengalami hipermobilitas atau rentang gerak yang tidak normal pada persendian.

Untuk tujuan meredakan ketegangan otot, kamu bisa memilih peregangan dibanding membunyikan punggung. Tehrany bahkan menganjurkan lebih baik melakukan peregangan setelah mandi air hangat dibanding menggertakkan punggung.

Caranya, setelah mandi air hangat dan mengeringkan diri, perlahan membungkuklah ke depan dengan tumpuan di pinggang. Pertahankan posisi tersebut selama 15 hingga 30 detik atau selama kamu merasa nyaman. Hal ini bisa membantu meredakan ketegangan di punggung dan bahu tanpa merusak sendi.

Satu Kebiasaan Ini Paling Sering Jadi Penyebab Nyeri di Tulang Punggung

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu