logo


Ferdinand Buang Piagam "Kebohongan Award" dari PSI, Netizen: Kebohongan Itu Sampah yang Dilarang Didaur Ulang

"Buang piagam penghargaan sama saja itu artinya perbuatan pencemaran nama besar dan nama baik PSI, wajib dipidana!"

6 Januari 2019 15:27 WIB

Kebohongan Award oleh PSI
Kebohongan Award oleh PSI detik.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kadvi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membuang piagam dan piala penghargaan "Kebohongan Award" yang diberikan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk Andi Arief.

"Diterima oleh petugas keamanan di DPP, saya langsung ke DPP dan di sana saya yang langsung membuang," jelas Ferdinand yang Jitunews kutip dari wartakota.com (5/1).

Baca Juga: Dua Anak Andi Arief Buat Puisi, "Abang dan Adek Geram, Mau Demo ke Istana Negara, Seperti 212"


Sindir Balik Andi Arief, Hasto: Kalau di Zaman Orba Aktivis Hilang, Sekarang Tiba-TIba Cuitan Hilang

Andi Arief Mau Geruduk Rumah Pemfitnah Dirinya, Warganet Bilang "Cuma Gertakan Doang"

Lebih lanjut, Ferdinand akan mengambil tindakan hukum atas tindakan PSI. Hal ini lantaran hal tersebut merupakan perbuatan tindak pidana murni, karena mendahului proses hukum dengan menuduh Andi Arief sebagi pembual.

Hal ini juga mendapat respons dari netizen. Seperti yang tertera pada artikel "Ferdinand Hutahaean Buang Piagam dan Piala Kebohongan Untuk Andi Arief dan Siap Polisikan PSI" di Babe (5/1).

Jimo, "Ini orang tidak menghargai pemberian orang lain, sudah dikasih piagam malah dibuang, orang lain pada susah mencarinya lho."

Andi Arief: Perlakuan Pengerudukan Harus Diterima Para Pemfitnah Saya, Sudah Saya Catat Alamat Rumahnya

Raja, "Kebohongan itu sampah yang dilarang didaur ulang."

Manalu Parsaoran, "Buang piagam penghargaan sama saja itu artinya perbuatan pencemaran nama besar dan nama baik PSI, wajib dipidana!"

Nuzie, "Berani buang penghargaan berarti bukti tidak menghargai orang lain/rakyat, tidak cocok jadi pejabat."

PSI Beri "Kebohongan Award" ke Prabowo, Sandi, dan Andi Arief, Netizen: Kok Pak Jokowi Gak Dapet?

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata