logo


Mbah Rono: Tsunami Selat Sunda Tak Ada Kaitannya dengan Erupsi Anak Krakatau

Mbah Rono mengatakan, tsunami di Selat Sunda disebabkan karena longsoran

3 Januari 2019 16:16 WIB

(Kiri ke Kanan): Surono, Ahli Vulkanologi; Mayjen TNI (Purn) Suharno, Calon Anggota DPD RI Dapil Jabar; Rudy Suhendar, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM: Marsdya (Purn) Daryatmo, S.IP, Mantan Kepala Basarnas; Rendy Lamadjido, Anggota Komisi V DPR RI; Muhammad Sadly, Deputi Bidang Geofisika BMKG; dan, Vicky Anggriawan, Wapemred Jitunews.com.
(Kiri ke Kanan): Surono, Ahli Vulkanologi; Mayjen TNI (Purn) Suharno, Calon Anggota DPD RI Dapil Jabar; Rudy Suhendar, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM: Marsdya (Purn) Daryatmo, S.IP, Mantan Kepala Basarnas; Rendy Lamadjido, Anggota Komisi V DPR RI; Muhammad Sadly, Deputi Bidang Geofisika BMKG; dan, Vicky Anggriawan, Wapemred Jitunews.com. Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ahli Vulkanologi, Surono, meminta kepada masyarakat untuk tidak menyalahartikan penyebab terjadinya tsunami di Selat Sunda pada Sabtu malam (22/12) yang lalu.

Pria yang akrab disapa Mbah Rono ini menegaskan bahwa tsunami Selat Sunda yang memakan korban sebanyak 431 orang meninggal dunia, 7.200 orang luka-luka, dan 15 orang hilang tidak ada kaitannya dengan erupsi letusan Anak Gunung Krakatau.

"Jangan ada diskusi lagi, jangan beri judul tsunami di Selat Sunda disebabkan oleh letusan Anak Krakatau," ujar Mbah Rono dalam Forum Jitu “Mitigasi Bencana Masih Menjadi PR”, yang digelar Jitunews.com, di Jakarta, Kamis (3/1).


Pasca Tsunami Selat Sunda, TNI AL Temukan Hal Janggal di Dasar Laut Perairan Anak Krakatau

Mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ini menyatakan bahwa penyebab terjadinya tsunami di Selat Sunda karena longsoran Anak Gunung Krakatau.

Dimana, hal tersebut telah diteliti dan dipublish sejak tahun 2012 yang lalu.

“Ini bukan letusan tapi longsoran Gunung Anak Krakatau. Tsunami di Selat Sunda sudah diteliti, tsunami di Selat Sunda disebabkan karena longsoran,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila Anak Gunung Krakatau bisa berbicara, maka gunung yang berada diantara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera ini akan mengiyakan apa yang disampaikannya tersebut.

"Anak Krakatau akan bilang dari dulu 'orang bilang melihat saya potensi tsunami adalah longsoran tubuh saya, bukan letusan saya'. Pasti anak Krakatau dengan jujur mengatakan itu,” pungkasnya.

Begini Strategi Mitigasi Bencana ala Badan Geologi ESDM

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana