logo


Relawan Prabowo-Sandi Minta Kapolri Menindak Aksi Robek Kertas di Rumah Aspirasi, Kata Polisi "Kami Sudah Minta Izin"

"Meminta Kapolri menindak bawahannya dan tidak dilanjutkan, tindakan aparat kepolisian NTB ini seolah-olah restu dari atas"

2 Januari 2019 20:42 WIB

Prabowo Subianto menyampaikan pidato dihadapan para buruh.
Prabowo Subianto menyampaikan pidato dihadapan para buruh. Instagram @gerindra

MATARAM, JITUNEWS.COM - Relawan Prabowo-Sandi di Lombok bersitegang dengan aparat kepolisian. Hal ini disebabkan ketika aparat kepolisian mendatangi Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi saat malam pergantian tahun.

Menurut Koordinator Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi, Lieus Sungkharisma, salah seorang polisi merobek sebuah kertas di meja. Bagi Lieus, hal tersebut tidak patut dilakukan oleh kepolisian.

Baca Juga: Jokowi Akan Duduki Kursi Wantimpres Jika Prabowo Presiden, Netizen: Lelucon Tahun Baru


Jawab Tudingan Jokowi Lambat Respons Bencana, Kubu Jokowi: Kubu Sebelah Politisasi Bencana

Faizal Assegaf Nilai Ada Dendam Kekalahan pada Pilpres 2014, Warganet Malah Sebut 3 Dendam Prabowo

"Saya tidak hanya menyesalkan dan mengecam keras tindakan kepolisian tersebut, tapi juga meminta Kapolri menindak bawahannya dan tidak dilanjutkan, tindakan aparat kepolisian NTB ini seolah-olah restu dari atas," cetus Lieus yang Jitunews kutip dari viva.co.id (2/1).

Setelah dikroscek melalui pihak kepolisian NTB yang terjadi sebenarnya adalah saat anggota menerima telepon dan mencatat catatan penting, karena tidak ada kertas, pihak polisi meminta izin kepada pengurus untuk merobek buku yang ada di meja. Hal tersebut diterangkan oleh Kabid Humass Polda NTB, Kombes Pol Komang Suartana.

Dan polisi datang ke Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi lantaran sedang patroli. Hal tersebut merupakan bentuk pengamanan yang dilakukan polisi dalam rangka melindungi dan mengayomi masyarakat.

PA 212 Menduga Uji Baca Al-Quran Settingan Kubu Petahana

"Kalau ada yang tersinggung dan merasa tidak nyaman dengan kegiatan patroli yang dilakukan polisi di tempat tersebut, kami minta maaf. Tapi kami pastikan tidak ada intimidasi atau kepentingan apapun yang dilakukan polisi di tempat itu kecuali dalam rangka perlindungan dan pengamanan," sebut Komang.

PKS: #2019GantiPresiden Bukan Sekadar Hashtag…

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata