logo


"Keluarga Korban dan GRIB Secara Masif Meminta Agar Novel Baswedan Diseret ke Pangadilan"

Novel diduga terlibat kasus pembunuhan di masa lalu.

1 Januari 2019 02:32 WIB

Protes Novel Baswedan.
Protes Novel Baswedan. Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jelang tutup tahun 2018, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) menggelar aksi menolak lupa dengan menyambangi Gedung Kejaksaan Agung RI dan Gedung DPR RI, Senin (31/12).

Dalam aksinya, GRIB mendesak agar Kejaksaan Agung RI membongkar kembali kasus pembunuhan yang diduga melibatkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Dimana pada saat itu, Novel masih menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Kota Bengkulu yang diduga kuat melenyapkan nyawa seorang tersangka kasus pencurian sarang burung walet atas nama Mulyadi Johan tahun 2004 lalu.


Ditanya Kesiapan Polisi Mengamankan Malam Tahun Baru, Polri: Kami Sudah Siapkan 1.904 Personil di Seluruh Indonesia

"Semua orang sama di mata hukum. Untuk itu, kami mendesak agar Kejaksaan Agung RI menyeret kembali Novel Baswedan ke ruang pengadilan. Karena hingga saat ini Novel Baswedan masih beraktivitas bebas di luar. Padahal ada nyawa orang lain yang sudah direnggut. Kejagung jangan biarkan teruduga pembunuh berkeliaran karena orang tak berdosa lainnya pun bisa terbunuh," ujar Korlab GRIB, Faris.

Dalam hal ini, Faris mengatakan bahwa pihaknya juga mempertanyakan alasan lemahnya Kejagung RI dalam menangani kasus Novel.

Andi Arief Tantang Jokowi Beri Mata, Novel Baswedan Angkat Bicara

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, De Sukmono