logo


Aktivitas Letusan Anak Krakatau Turun, Potensi Tsunami Sangat Kecil

Aktivitas letusan menurun sehingga resiko juga menurun, resiko letusan besar hampir tidak ada

31 Desember 2018 18:21 WIB

Anak Gunung Krakatau
Anak Gunung Krakatau ANTARA FOTO

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Berdasarkan hasil evaluasi seismik dan data visual yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM terhadap Anak Gunung Krakatau, hingga tanggal 30 Desember 2018 teramati terjadinya letusan Surtseyan dengan frekuensi sangat minim (2 jam sekali), dan catatan kegempaan yang menunjukkan penurunan, sehingga potensi untuk timbulnya tsunami dari aktivitas Gunung Anak Krakatau sangat kecil.

"Aktivitas letusan menurun sehingga resiko juga menurun, resiko letusan besar hampir tidak ada. Status Gunung Anak Krakatau masih Siaga (Level III) dengan rekomendasi untuk tidak memasuki area dalam radius 5 km dari Kawah. Masuk mendekat ke Komplek Krakatau tidak direkomendasikan," ungkap Sekretaris Badan Geologi, Antonius Rardomopurbo (Purbo), dalam keterangan persnya di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (31/12).

Purbo mengungkapkan, meskipun ancaman tsunami dari proses longsor sangat kecil, direkomendasikan kepada BMKG dan BNPB untuk memasang instalasi peringatan dini mitigasi bencana di Pulau Rakata. "Pilihan Pulau Rakata ini didasarkan pertimbangan dari sebaran struktur geologi yang ada di Selat Sunda," ujarnya.


Yeay! Harga BBM di Ayamaru Utara Kini Sama Seperti di Jawa

Menurut Purbo, aktivitas erupsi dengan laju besar pada tanggal 26-27 Desember 2018 telah menyebabkan puncak Gunung Anak Krakatau yang terbangun sejak 1950 telah hilang, sebagian ikut terletuskan dan sebagian dilongsorkan. Puncak aktivitas letusan sudah terjadi mulai tgl 26 Des dan selesai tgl 27 Desember pukul 23.00.

Saat ini, bagian Gunung Anak Krakatau yang tersisa mempunyai ketinggian 110 m dpi (semula 338 m dpi). Karena kawah berada di bawah permukaan air laut, saat ini letusan bertipe Surtseyan. Posisi kawah yang berada di permukaan atau sedikit dibawah permukaan air laut menjadikan tipe letusan berubah dari Strombolian ke Surtseyan. Letusan jenis ini tidak akan menimbulkan tsunami karena terjadi dipermukaan air dan material cenderung terlempar ke udara secara total.

Jelang Malam Tahun Baru, Pertamina Amankan Pasokan BBM

Halaman: 
Penulis : Riana