logo


Dibilang Pemerintah Goblok Saat Ambil Alih Freeport, Sri Mulyani Buka Suara, "Tidak Mudah"

"Seperti pohon padi, semakin berisi semakin menunduk, semakin kosong semakin jamawa"

28 Desember 2018 14:00 WIB

Sri Mulyani Menangis
Sri Mulyani Menangis @kppketapang

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati akhirnya buka suara terkait proses ambil alih saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Ia melalui akun facebooknya, proses tersebut tidaklah mudah.

Mengingat, Freeport McMoran (FCX) yang merupakan induk dari PTFI sudah memegang senjata berbentuk Kontrak Karya (KK) penambangan di Grasberg, Papua sejak tahun 1967 yang berlaku selama 30 tahun. Kemudian, diperpanjang lagi selama 30 tahun hingga 2021.

Baca Juga: Sebut Prabowo Terlalu Rasional dan Cerdas, Fahri Hamzah Samakan dengan Habibie, Warganet: Innalillahi...


Freeport Sah Milik Indonesia, Gerindra: Seharusnya Rakyat Tak Perlu Memuji Pemerintah, Kita Dibodohi

Waduh, Bukan Melulu Hal Mistis, Kesurupan Sebenarnya Gangguan Kejiwaan Lho

Berbekal kontrak tersebut, sejak 7 tahun lalu FCX sudah berupaya keras meminta perpanjangan kontrak karya untuk ketiga kalinya sampai dengan 2041. Menurut mereka, keputusan perpanjangan kontrak harus dilakukan jauh-jauh hari agar FCX bisa mendapatkan kepastian investasi dan operasi penambangan.

Alasan selanjutna, Indonesia mengeluarkan UU No. 4 Tahun 2009 mengenai Penambangan Mineral dan Batubara yang mengharuskan semua kontrak karya diubah menjadi Ijin Usah Pertambangan Khusus (IUPK).

Menurut Ani, sapaan akrabnya, keluarnya aturan tersebut dipandang Freeport telah menguatkan tekanan kepada mereka untuk mengubah status kontrak karya menjadi IUPK.

Minta Bukti Freeport Dikuasai Indonesia, Demokrat: Jangan Anggap Semua Bodoh

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata