logo


Inovasi Jitu Pertamina, Ubah CPO Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Langkah ini akan diikuti di kilang lainnya yakni di RU Cilacap, Balongan dan Dumai

27 Desember 2018 17:53 WIB

Ilustrasi, bahan bakar nabati.
Ilustrasi, bahan bakar nabati. google

Budi melanjutkan, hasil implementasi co-processing tersebut telah menghasilkan Green Gasoline Octane 90 sebanyak 405 MB/Bulan atau setara 64.500 Kilo Liter/Bulan dan produksi Green LPG sebanyak 11.000 ton per bulan.

"Upaya ini sangat mendukung pemerintah dalam mengurangi penggunaan devisa, dimana Pertamina bisa menghemat import crude sebesar 7.36 ribu barel per hari atau dalam setahun menghemat hingga US$160 juta," katanya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, pengolahan CPO secara co-processing di kilang telah memberikan kontribusi positif bagi perusahaan dan negara. Inovasi anak bangsa ini telah diuji coba dan memberikan hasil yang membanggakan baik dari kualitas produk, hasil yang ramah lingkungan serta berpotensi mengurangi impor minyak mentah.


Proyek Kilang Cilacap Masih ‘Mandek’, Sebabnya Ini

"Tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN sangat tinggi, karena CPO yang diambil bersumber dari dalam negeri, transaksi yang dilakukan dengan rupiah sehingga mengurangi defisit anggaran negara, serta hasil bahan bakar ramah lingkungan," kata Budi.

Ke depan, langkah ini akan diikuti di kilang lainnya yakni di RU Cilacap, Balongan dan Dumai serta akan diperluas untuk jenis bahan bakar lainnya, baik green diesel (bahan bakar solar) maupun green avtur.

Pertamina bahkan sudah melakukan riset untuk menciptakan katalis buatan dalam negeri yang dapat digunakan untuk proses tersebut.

DPR: Areal Bekas Tambang Harus Jadi Tempat Wisata

Halaman: 
Penulis : Riana