logo


Proyek Kilang Cilacap Masih ‘Mandek’, Sebabnya Ini

Nilai investasi proyek kilang tersebut sebesar US$5 miliar atau setara Rp 68,5 triliun.

27 Desember 2018 14:51 WIB

Wamen ESDM, Arcandra Tahar
Wamen ESDM, Arcandra Tahar Dok. KESDM

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, mengungkapkan, pembangunan kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah, hingga kini masih ‘mandek’. Salah satu kendala yang dihadapi adalah perhitungan aset atau valuasi aset kilang minyak Cilacap belum selesai dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco.

Sebagaimana diketahui, Pertamina menjalin kerja sama dengan Saudi Aramco, membangun kilang minyak di Cilacap, dengan nilai investasi sebesar US$5 miliar atau setara Rp 68,5 triliun.

"Cilacap, Proses negoisasi valuasi aset eksisting masih berlangsung. Metedologi valuasinya yang masih dibahas," kata Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, di Jakarta, Rabu (26/12).


Tanggap Bencana, Posko Peduli Pertamina Hadir di Carita

Arcandra mengaku, perhitungan aset itu sendiri dibantu oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Pasalnya, perhitungan aset ini sebelumnya memang terjadi perbedaan nilai antara Pertamina dan Saudi Aramco.

"Dibantu sama KJPP. Dalam valuasi aset. Asumsi asumsi ekonomi dalam menentukan valuasi aset. Aset eksisting ikut dihitung. Ini nanti disertakan ke JV (Join Venture) nya," kata dia.

Lantas, soal pembebasan lahan, kata dia, saat ini masih berlangsung.

"Pengadaan lahan sedang berlangsung," tuntas Arcandra, sebagaimana dikutip Inilah.com.

Terpisah, Corporate Secretary Pertamina, Syahrial Mukhtar, mengatakan, meskipun ada perbedaan nilai valuasi aset. Namun, ia memastikan Saudi tetap berkomitmen menjadi mitra Pertamina untuk membangun Kilang Cilacap.

"Semua masih konsisten. Tahun depan pun harus bisa kami mulai (bentuk perusahaan patungan)," kata Syahrial, belum lama ini.

 

Pertamina Jamin Stok Solar di Aceh Timur Cukup

Halaman: 
Penulis : Riana