logo


Akhirnya, PLN Terima PMN Rp 5 Triliun

Direksi PLN setuju untuk menghentikan pengalihan tambahan listrik dari PT Inalum ke Sumut

13 Februari 2015 11:29 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT. PLN akhirnya menerima suntikan dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 5 triliun. Keputusan ini disetujui Panitia Badan Anggaran (Banggar) semalam, Kamis (12/2) dalam rapat di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (RDP). Badan Anggaran (Banggar) semalam.

Sebelumnya, PT. Askrindo dan PT. Jamkrindo lebih dulu mendapat PMN, menyusul 27 BUMN yang sudah disetujui. Adapun PMN untuk Askrondo dan Jamkrindo masing-masing Rp 500 miliar. 

Dengan diterimanya PMN, sejumlah BUMN mendapat catatan penting dari Komisi VI. Salah satunya PLN yang mendapat catatan terbanyak.


Operasikan PLTU Jawa 8, PLN Ciptakan Potensi Penghematan Rp 1 Triliun

"Ada delapan catatan untuk PLN. Pertama, PLN diminta menyampaikan studi kelayakan dan rencana bisnis penggunaan PMN. Kedua, merekomendasikan BUMN menindaklanjuti temuan BPK di PLN," ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman Natawijaya.

Ketiga, direksi PLN setuju untuk menghentikan pengalihan tambahan listrik dari PT. Inalum ke Sumatera bagian utara. Keempat, PLN setuju untuk memproses masalah hukum.

Kelima, Komisi VI DPR-RI meminta direksi PLN untuk menyelesaikan permasalahan di proyek percepatan (FTP) I 10.000 megawatt (mw). Keenam, Komisi VI DPR-RI meminta PLN melakukan audit FTP I sebagai referensi pembangunan proyek kelistrikan 35.000 mw.

"Ketujuh, PLN harus fokus pada core business, dan melikuidasi anak usaha yang merugi dan kedelapan, PLN diminta melakukan efisiensi agar tarif dasar listrik bisa turun," ujarnya.

Menanggapi rentetan catatan tersebut, Menteri BUMN, Rini Mariani Soemarno menyambut baik hal tersebut. Pihaknya menerima persetujuan dari Komisi VI dengan catatan-catatan yang diberikan.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengatakan, dana sebesar Rp 5 triliun akan digunakan untuk investasi di sektor infrastruktur kelistrikan sebesar Rp 62 triliun pada 2015. Dengan masuknya suntikan modal tersebut, akan bisa mengurangi alokasi pinjaman PLN. Apalagi pemerintah menargetkan PLN dapat membangun pembangkit listrik sebanyak 10.000 MW, dalam 5 tahun ke depan.

"Rp 5 triliun akan dipakai untuk membangun tansmisi, saluran distribusi, dan pembangkit di daerah yang belum teraliri listrik," kata Sofyan.

Selain Ramah Lingkungan, PLTGU Jawa 2 Juga Berperan Memperbaiki Perekonomian

Halaman: 
Penulis : Citra Fitri Mardiana,