logo


H-1 Natal, Jonan Jamin BBM dan Listrik di Surabaya Cukup

Jonan menyebut, untuk saat ini BBM di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dalam kondisi aman dan tidak ada kendala penyediaan.

24 Desember 2018 19:09 WIB

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Senin (24/12), melakukan kunjungan kerja ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Surabaya dan PLN Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali di Waru, Sidoarjo, guna memastikan pasokan BBM dan listrik menyambut Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dalam kondisi aman, termasuk daerah tujuan wisata seperti Labuhan Bajo.
Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Senin (24/12), melakukan kunjungan kerja ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Surabaya dan PLN Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali di Waru, Sidoarjo, guna memastikan pasokan BBM dan listrik menyambut Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dalam kondisi aman, termasuk daerah tujuan wisata seperti Labuhan Bajo. Dok. KESDM

Pada kesempatan tersebut, Gandhi Sriwidodo melaporkan, mangantisipasi libur Natal dan Tahun Baru, di wilayah MOR V (Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara) telah menyiapkan pasokan yang diperkirakan naik sebesar 7% untuk produk gasoline (premium, pertalite, pertamax, pertamax turbo), sementara solar dan variannya turun sekitar 2,3% dibanding kondisi normal.

"Dibandingkan masa satgas tahun lalu, ini mengalami peningkatan, gasoline 10% dan gasoil 23%," ungkap Gandhi.

Gandhi mengungkapkan, ketahanan stok BBM di wilayah MOR V dalam kondisi aman, dengan rata-rata ketahanan stok Premium 23,1 hari, Pertamax 18 hari, Pertamax Turbo 23,4 hari, Solar 9,3 hari dan Pertadex 151,8 hari.


Pasca Tsunami Selat Sunda, Posko Nataru Pastikan Sektor ESDM Terpantau Aman

Untuk mendukung kelancaran penyaluran selama momen Natal dan Tahun Baru kali ini, lanjut Gandhi, Pertamina telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas sejak tanggal 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019.

Tingginya aktivitas udara di libur panjang ini juga memicu kenaikan konsumsi Bahan Bakar Pesawat Udara (Avtur), yang diperkirakan naik 4% (4070 KL) dibandingkan tahun 2017-2018 (3900 KL).

Pertamina juga telah melakukan antisipasi kenaikan konsumsi dengan menyiapkan armada pengisian avtur ke pesawat di DPPU Juanda Surabaya sebanyak 10 refueller dan 6 hydrant dispenser serta di DPPU Ngurah Rai Bali sebanyak 6 refueller dan 6 hydrant dispenser.

Amankan Stok LPG 3 Kg Pasca-Tsunami, Pertamina Siagakan 425 Pangkalan di Pandeglang

Halaman: 
Penulis : Riana