logo


Sering Dikira Sama, Psikolog dan Psikiater Itu Beda Banget Lho! Ini Perbedaanya

anyak orang awam gak bisa membedakan antara psikolog dan psikiater. Gak jarang kamu sering dengar kedua profesi ini sering disebut, namun gak tahu mana yang dimaksud.

24 Desember 2018 11:24 WIB

Psikolog Elizabeth Santosa (kiri) bersama DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc., selaku ahli gizi medik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (kanan), saat menghadiri acara Nestle Lactogrow Happy Wonderland, di Jakarta, Kamis (30/3).
Psikolog Elizabeth Santosa (kiri) bersama DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc., selaku ahli gizi medik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (kanan), saat menghadiri acara Nestle Lactogrow Happy Wonderland, di Jakarta, Kamis (30/3). Jitunews/Riana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Banyak orang awam gak bisa membedakan antara psikolog dan psikiater. Gak jarang kamu sering dengar kedua profesi ini sering disebut, namun gak tahu mana yang dimaksud.

Dilansir dari Kode Etik Psikologi (24/12), psikolog dan psikiater sama-sama menangani masalah kejiwaan. Terus, apa bedanya ya?

1. Latar belakang pendidikan psikolog adalah psikologi, sedangkan psikiater adalah kedokteran


Cegah Anak Ikut Tawuran, Ini Saran Psikolog Kepada Para Orang Tua

Untuk menjadi psikolog, seorang perlu menempuh pendidikan sarjana psikologi selama kurang lebih empat tahun. Kemudian, setelah lulus perlu mengambil profesi psikolog untuk bisa membuka praktik.

Sementara, psikiater perlu menempuh pendidikan sarjana kedokteran untuk mendapatkan gelar dokter umum. Kemudian, mengambil pelatihan residensi selama empat tahun dengan pengkhususan di bidang psikiatri. Baru kemudian psikiater mendapatkan gelar spesialis kedokteran jiwa.

2. Psikiater boleh memberikan obat, sementara psikolog tidak

Psikolog dan psikiater sama-sama mendalami ilmu kejiwaan dan perkembangan manusia. Keduanya pun memiliki konsentrasi praktik yang sama, seperti penanganan, pencegahan, diagnosa, dan terapi.

Hanya saja, psikiater boleh memberikan terapi berupa obat-obatan atau farmakoterapi. Sementara, psikolog lebih fokus ke aspek sosialnya, seperti memberikan terapi psikologi atau psikoterapi.

Playboy, Tanda Pria Alami Gangguan Mental

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma