logo


Freeport Sah Milik Indonesia, Gerindra: Seharusnya Rakyat Tak Perlu Memuji Pemerintah, Kita Dibodohi

"Sama aja dimiliki asing, dibayar pakai dolar, kita dibodohi saja"

22 Desember 2018 21:11 WIB

Penandatangan divestasi saham Freeport ke Inalum.
Penandatangan divestasi saham Freeport ke Inalum. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza menilai aksi beli saham mayoritas Freeport terlalu berlebihan diumbar. Menurutnya, masyarakat tak perlu menyanjung pemerintah karena uang hasil pembelian saham itu berasal dari utang yang dikucurkan bank asing.

"Freeport Indonesia itu yang dibayar Inalum menggunakan global bond, utang dari asing. Sama aja dimiliki oleh asing, dibayar pakai dolar. Kita dibodohi saja," ujar Rizal yang Jitunews kutip dari viva.co.id (22/12).

Baca Juga: Ini yang Bakal Terjadi Jika Kamu Konsumsi Buah di Malam Hari


RI Kuasai 51% Saham Freeport, Demokrat: Soekarno Gelisah

Pasangan yang Tengah Viral Ini Dianggap Wakil Ketua DPR Pantas Maju di Pilpres 2024

Menurutnya, seharusnya pembelian saham itu menggunakan kas negara atau APBN. Meskipun tak bisa, kenapa tidak meminta uang patungan rakyat?

Riza meminta pemerintah agar berhenti menyatakan keberhasilannya telah menguasai tambang emas terbesar di Papua tersebut. Justru ia menduga pembelian saham itu pun di dalamnya terdapat uang induk perusahaan Freeport.

Seperti yang telah kita ketahui, saham Freeport sebesar 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar. Dan bahkan masyarakat Papua juga akan mendapatkan 10 persen dari saham yang ada.

 

Lunasi 51% Saham Freeport, Ma'ruf Sebut Jokowi Main Cantik dan Tidak Gaduh

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata