logo


"Ada yang Ingin Politisasi Kasus Novel dan Menjadikan Bahan Kampanye untuk Sudutkan Jokowi"

Komnas HAM dan Ombudsman diingatkan agar tidak terjebak dan ikut-ikutan politik praktis dengan mempolitisasi kasus Novel Baswedan

21 Desember 2018 20:29 WIB

Puluhan massa yang tergabung dalam Garda Nawacita melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Komnas HAM dan Ombudsman RI, Jumat (21/12). Adapun, aksi ini bertujuan untuk mengingatkan Komnas HAM dan Ombudsman agar tidak terjebak dan ikut-ikutan politik praktis dengan mempolitisasi kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan. \n
Puluhan massa yang tergabung dalam Garda Nawacita melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Komnas HAM dan Ombudsman RI, Jumat (21/12). Adapun, aksi ini bertujuan untuk mengingatkan Komnas HAM dan Ombudsman agar tidak terjebak dan ikut-ikutan politik praktis dengan mempolitisasi kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan. ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Puluhan massa yang tergabung dalam Garda Nawacita melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Komnas HAM dan Ombudsman RI, Jumat (21/12).

Ketua Komite Nasional Garda Nawacita, Abdullah Kelrey, mengatakan bahwa aksi ini bertujuan untuk mengingatkan Komnas HAM dan Ombudsman agar tidak terjebak dan ikut-ikutan politik praktis dengan mempolitisasi kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Garda Nawacita juga berpesan kepada Ombudsman dan Komnas HAM untuk lebih bersabar menunggu langkah serius yang dilakukan pihak Kepolisian dalam menuntaskan kasus tersebut.


BJ Habibie: Sebagai Presiden Ke-3 dan Rakyat, Saya Berterima Kasih Memiliki Presiden Seperti Jokowi

“Sabar dulu, jangan malah nyudutin Polisi. Dibilang mal administrasi lah, harusnya mereka ini bersinergi saling membantu supaya kasus ini cepat clear. Kami peringatkan kepada Ombudsman dan Komnas HAM, jangan sampai ikut-ikutan politik praktis dengan mempolitisasi kasus tersebut,” ujar Abdullah Kelrey, di Jakarta, Jumat (21/12).

Dalam hal ini, pria yang akrab disapa Rey ini menduga, ada pihak yang ingin mempolitisasi kasus penyiraman air keras Novel Baswedan dan bakal dijadikan bahan kampanye untuk menyudutkan Jokowi di Pilpres 2019.

Menurutnya, sangatlah keterlaluan jika kasus Novel dijadikan alat dan sebagai alat pendulang suara salah satu capres.

“Ini sangat keterlaluan sekali, sudah jadi korban kok jadi bahan mainan kampanye. Apalagi sudah dibumbui angin-angin surga jika Prabowo jadi tiga bulan kasus Novel rampung,” tuturnya.

Rey mengungkapkan, dukungan penuntasan kasus yang disampaikan kubu kompetitor Jokowi itu hanya memberi angin surga dan janji manis semata. Apalagi, kata dia, penanganan kasus itu sedang digoreng Ombudsman dan Komnas HAM.

“Politik tidak ada yang tidak mungkin, kasus ini bukan lagi murni pidana tapi sudah masuk area politik. Jualan isu untuk menjatuhkan lawannya, dan kami yakin 100 persen isu ini akan dijadikan bahan materi debat untuk jatuhkan Jokowi,” tambahnya.

Fahri Khawatir OTT KPK Bisa Gerus Elektabilitas Jokowi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana