logo


Kamu Penikmat Rokok Elektrik? Siap-siap Kena Penyakit Mengerikan Ini

Bahaya yang mengintai kamu yang sering menghisap rokok elektrik.

17 Desember 2018 22:18 WIB

Ilustrasi, rokok elektrik.
Ilustrasi, rokok elektrik. Getty Images

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perokok aktif dan pasif masih menjadi faktor risiko terbesar kanker paru-paru. Tingkat keganasan kanker paru masih jadi yang tertinggi di Indonesia, karena umumnya ditemukan dalam stadium lanjut.

"Risiko serupa sebetulnya juga ditanggung mereka yang memilih vape atau rokok elektrik. Bukan nikotin yang meningkatkan adiksi, tapi senyawa lain yang memicu pertumbuhan sel kanker," kata dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr. Agus Dwi Susanto SpP (K) yang dikutip dari detikhealth (17/12).

Menurut dr Agus, shisha yang berbahan utama tembakau mengandung senyawa yang tidak jauh beda dengan rokok konvensional. Proses pembakaran dan asapnya melepaskan senyawa benzena dan asetaldehida yang memicu kanker.


Ini yang Terjadi Pada Tubuhmu Jika Doyan Makan Kimchi

dr Agus kembali mengingatkan untuk berhenti merokok sebagai solusi pencegahan utama kanker paru. Berhenti merokok tidak hanya diterapkan pada produk konvensional tapi juga yang shisha dan eletrik. Berhenti merokok menyelamatkan diri sendiri dan orang-orang di lingkungan sekitar.

Dikutip dari sciencenews, penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia dalam rokok elektrik dapat merusak jaringan paru-paru dan mengurangi kemampuan sel paru-paru untuk menjaga paru-paru dari kuman dan zat berbahaya lainnya. Hal ini karena kandungan nikotin dalam rokok menyebabkan sel paru-paru menjadi mudah ditembus oleh zat dari luar tubuh.

Bahkan, karena bahaya vape tersebut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi peringatan kepada seluruh negara di dunia untuk melarang anak-anak, ibu hamil, dan wanita usia produktif untuk mengisap rokok elektrik.

Jadi, apakah kamu masih ingin tetap merokok setelah mengetahui bahaya vape? Sayangilah tubuh dan orang-orang sekitarmu.

Ini Akibatnya Jika Kamu Terlalu Banyak Makan Kimchi

Halaman: 
Penulis : Kesdik Bayu