logo


Terlalu Sering Menggunakan Standar Samping Motor? Ini Salah Satu Efek Sampingnya

Standar samping sudah dibuat dengan menyesuaikan jarak ketinggian terendah ke tanah dan bobot sebuah motor

17 Desember 2018 20:59 WIB

standar samping motor
standar samping motor Motoris.ID

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Muncul anggapan di masyarakat bahwa standar samping yang digunakan terus menerus akan cepat rusak dan oblak. Nah, apakah benar hal tersebut?

Techincal Training PT Astra Honda Motor (AHM), Endro Sutarno menjawab anggapan tersebut.

Baca Juga: Dari Cara 'Ceria' Hiingga Menyerang Mampu Membuat Elektabilitas Prabowo-Sandi Terus Meningkat


Jangan Asal Pilih Jas Hujan, Ini Jas Hujan yang Pas Kamu Gunakan Sesuai dengan Aturannya

Sandiaga ke Karyawan Pabrik: Siapa yang Punya Utang? 2019 Semua Utang Terbayar

"Ya enggak (cepat rusak), kan sudah dirancang sedemikian rupa menopang bobot motor, kecuali saat distandar samping kemudian didudukin lama dan terus menerus dengan beban yang berlebih," ujar Endro yang Jitunews lansir dari kumparan.com (16/12).

Standar samping sudah dibuat dengan menyesuaikan jarak ketinggian terendah ke tanah dan bobot sebuah motor. Tapi bukannya tanpa efek samping, memarkirkan motor dalam waktu yang relatif lama dengan standar samping bisa menyebabkan efek lain.

Satu area permukaan ban sebelah kiri bisa menjadi rata mengikuti bentuk permukaan yang dipijaknya karena kelamaan tertekan oleh bobot motor.

Jelang Nataru Pedagang Ngeluh Naiknya Bapok, Sandiaga: Saat Jadi Wagub Jakarta, Saya Bisa Meredam Harga Jelang Idul Fitri

Selain itu, berpotensi membuat lengan engselnya melemah sehingga tidak algi membuat posisi motor tegak saat distandarkan.

Nah, alangkah baiknya saat akan ditinggal lama gunakan standar tengah, atau bila tidak tersedia, gunakan standar dengan model paddock, seperti standar belakang yang ada pada MotoGP.

Mudah, Ini Agar Motor Kamu Tidak Karatan Saat Musim Hujan

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata