logo


PSI Cetuskan Larangan Poligami, PA 212: Bubarkan PSI! Poligami Menjadi Hak Bagi Setiap Warga

Ide yang dicetuskan PSI sering membuat gaduh dan berunsur SARA

15 Desember 2018 10:54 WIB

Presiden Jokowi dan Pengurus PSI.
Presiden Jokowi dan Pengurus PSI. Instagram @tsamaradki

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Persaudaraan Alumni (PA) 212 melalui Novel Bamukmin meminta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) layak untuk dibubarkan. Hal ini disebabkan PSI mengeluarkan wacana larangan pejabat publik dan ASN berpoligami.

Menurutnya, ide yang dicetuskan PSI sering membuat gaduh dan berunsur SARA termasuk soal larangan poligami yang bakal dibawa jika masuk parlemen 2019 mendatang.

Baca Juga: Jokowi Promosikan Parfum Khas Aceh, Netizen: Itu Minyak Untuk Para Kampret ya Pak?


Prabowo Ditantang Jadi Imam Salat, PA 212: Jangan Bawa-Bawa Agamalah, Mending Mulut Dijaga

Jokowi Bagikan Sertifikat di Masjid, Warganet Satu Ini Pertanyakan Kampanye Dalam Masjid

Misi poligami juga dinilainya telah berseberangan dengan hak asasi manusia. Sebab, selain dibenarkan dalam Islam, poligami juga menjadi hak bagi setiap warga.

"Ketum PSI itu harus belajar dulu dengan benar tentang hak asasi manusia dan tentang Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa agar tidak gagal paham terus tentang syariat dan hak asasi manusia," tanda Novel yang Jitunews kutip dari kricom.id (15/12).

"PSI sudah memenuhi syarat untuk dibubarkan baik dari intern partai atau dari unsur luar. Dari unsur eksternal, partai dibubarkan oleh MK," tutupnya.

NasDem: PKS dan Gerindra Harus Dewasa

Halaman: 
Penulis : Nugroho Meidinata