logo


KKP: Budidaya Udang Masih Sangat Potensial

Dalam hal ini KKP telah menyiapkan regulasi bagaimana pengelolaan budidaya udang ini dilakukan secara berkelanjutan.

14 Desember 2018 20:45 WIB

Budidaya Udang di Indonesia
Budidaya Udang di Indonesia Dok. KKP

Ia pun mengingatkan bahwa persaingan perdagangan ekspor udang dunia diprediksi akan semakin ketat, seiring dengan preferensi konsumen global yang terus naik. Oleh karenanya, kata kunci yang harus dipenuhi dalam mendorong keberterimaan produk udang nasional adalah bagaimana menciptakan daya saing produk udang nasional yang kompetitif.

“Ada 2 faktor utama untuk menciptakan daya saing produk udang nasional yakni bagaimana menciptakan efisiensi produksi dan keterjaminan mutu atau foodsafety,” terangnya.

Efisiensi, lanjutnya, berkaitan dengan menciptakan nilai tambah dan posisi tawar produk di pasaran. Sedangkan mutu berkaitan dalam meningkatkan preferensi konsumen global terhadap produk udang nasional, serta kesadaran akan kesehatan.


Ekspor Perikanan Naik 10%, Udang Masih Jadi Primadona

Sedangkan terkait mutu atau foodsafety, KKP terus mendorong unit usaha budidaya udang untuk secara konsisten menerapkan system jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, yakni dengan mendorong pemenuhan sertifikasi Indonesian Good Aquaculture Practice (IndoGAP) dalam seluruh tahapan proses produksi, contohnya induk udang harus dari hasil breeding yang baik dan keluar masuk ke Indonesia harus yang bersertifikat free patogen.

“Dua faktor di atas, diharapkan mampu dipenuhi oleh seluruh pelaku bisnis budidaya udang di Indonesia, sehingga produk udang nasional akan memiliki daya saing tinggi dan menjadi terdepan dalam mensuplai kebutuhan udang dunia,” Slamet menegaskan.

“Dengan begitu, Indonesia saat ini menjadi satu-satunya negara produsen udang yang dinyatakan terbebas dari wabah EMS (Early Mortality Syndrome) yang telah mengakibatkan kerugian ekonomi besar dalam bisnis perudangan global. Namun demikian, kita tidak boleh lengah terhadap kemungkinan munculnya wabah penyakit yang sewaktu waktu mengancam,”pesannya.

Lebih jauh, Slamet juga menyampaikan bahwa saat ini mulai diperkenalkan udang marguensis sebagai primadona udang baru dan berharap mulai dibudidayakan di level masyarakat.

“Saya juga ingin menyampaikan pesan Bu Menteri (Susi Pudjiastuti) bahwa udang windu (penaeus monodon) sebagai salah satu udang asli Indonesia yang sempat sangat berjaya akan didorong untuk dikembangkan kembali,” tutupnya.

Pembudidaya Ikan Kabupaten Serang Terima Kartu dan Polis Asuransi

Halaman: 
Penulis : Riana