logo


Elite PKS Ini Minta KKB Papua Dikategorikan Sebagai Kelompok Teroris, Alasannya..

Nasir meminta Kapolri Panglima TNI, serta jajaran media di Indonesia untuk mengganti istilah KKB tersebut.

14 Desember 2018 20:36 WIB

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil.
Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi III DPR RI, M Nasir Djamil, menyarankan, agar istilah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membunuh 31 pekerja PT Istaka Karya di Nduga, Papua, untuk diganti dengan istilah Kelompok Teroris.

Nasir menegaskan bahwa pelaku pembunuhan tersebut paling tepat disebut teroris. Oleh karena itu, Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto serta jajaran media di Indonesia untuk mengganti istilah KKB tersebut.

"Jika merujuk kepada definisi terorisme yang ada dalam UU Terorisme maka KKB telah memenuhi syarat," ujar Nasir di Jakarta, Jumat (14/12).


“Kami Menunggu Sikap Gentle dan Ksatria Prabowo..”

Politisi PKS ini menjelaskan bahwa perbuatan yang diikuti dengan aksi kekerasan dan menimbulkan korban bersifat massal serta dilakukan dengan motif politik, ideologi dan gangguan keamanan adalah terorisme.

Anggota DPR yang pernah ikut dalam panitia kerja UU Terorisme mengungkapkan bahwa KKB di Papua telah membunuh pekerja yang tidak berdosa dalam jumlah yang cukup banyak. Mereka juga membunuh anggota TNI.

"KKB itu tergolong teroris home ground dan juga bisa saja digerakkan oleh motif ideologi agama. Karenanya menghadapi mereka haruslah menggunakan cara yang diperintahkan oleh UU Terorisme," tuturnya.

"Negara tidak boleh kalah dengan aksi terorisme di Papua dan martabat negara ditentukan oleh kemampuan negara menumpas mereka. Jika dalam waktu lama tidak berhasil maka warga negara menjadi skeptis dan akan muncul teror-teror baru di Papua," pungkasnya.

 

Waspadai Demo Pesanan yang Tolak Gelar Kehormatan untuk Jokowi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana