logo


PISPI: Kita Harus Punya UU Visi Pertanian Indonesia

PISPI menilai pembangunan pertanian seharusnya bersifat Visioner dan Integratif

14 Desember 2018 14:26 WIB

Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) menggelar Kuliah Umum dengan tema Pembangunan Pertanian yang Visioner dan Integratif, di Aula CCR IPB, pada tanggal 13 Desember 2018
Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) menggelar Kuliah Umum dengan tema Pembangunan Pertanian yang Visioner dan Integratif, di Aula CCR IPB, pada tanggal 13 Desember 2018 Dok.

Sunarso menjelaskan Strategi pembangunan pertanian yang visioner dan integratif ini tersusun dalam konsep “Agriculture Reform” yaitu Pembaruan pertanian yang menitikberatkan pada kejelasan tata ruang, pembangunan infrastruktur, pola pengusahaan pertanian, kelembagaan pertanian, riset dan teknologi tepat guna, supply chain manajemen, aspek keuangan, forcasting atau monitoring neraca produksi dan stok Nasional, dan terakhir membangun industri berbasis pertanian.

Menurutnya, solusi penerapan strategi-strategi tersebut dibutuhkan undang-undang yang mempunyai visi jangka panjang dan tidak berubah ketika pemerintahan berganti.

“Saat ini visi Pembangunan Nasional hanya berjangka 20 tahun sebagaimana yang tertera dalam UU No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025. PISPI berpandangan bahwa 20 tahun itu tidak cukup, kita harus punya UU Visi Pertanian Indonesia untuk 100 tahun kedepan!,” tambahnya.


Habib Bahar Tersangka, NasDem: Masa Dikit-dikit Kriminalisasi

"Senada dengan gagasan Raktor IPB, Visi Agriculture Reform yang Visioner dan Terintegratif tentu akan mempercepat terwujudnya visi Indonesia sebagai poros Agro-Miritim Dunia,” pungkasnya.

Pengamat: Jika Ingin Naikkan Citra Kejaksaan, Harus 'Cuci Gudang' Gedung Bundar

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata