logo


PISPI: Kita Harus Punya UU Visi Pertanian Indonesia

PISPI menilai pembangunan pertanian seharusnya bersifat Visioner dan Integratif

14 Desember 2018 14:26 WIB

Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) menggelar Kuliah Umum dengan tema Pembangunan Pertanian yang Visioner dan Integratif, di Aula CCR IPB, pada tanggal 13 Desember 2018
Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) menggelar Kuliah Umum dengan tema Pembangunan Pertanian yang Visioner dan Integratif, di Aula CCR IPB, pada tanggal 13 Desember 2018 Dok.

Ketua Dewan Pakar dan Ketua PISPI Periode 2010-2015 ini menambahkan bahwa IPB saat ini juga sedang mengembangkan aplikasi FRS (Fire Risk System) yang digunakan untuk mendeteksi dini risiko kebakaran hutan, prakiraan risiko kebakaran hutan dan titik api pada saat kebakaran hutan. Sehingga permasalahan kebakaran hutan dapat diminimalisir.

"Selain itu, IPB juga tengah mengembangkan aplikasi check fruits, yaitu aplikasi untuk mendeteksi rasa buah tanpa harus mencicipi buah tersebut. Dengan adanya sistem sensor, rasa dan kualitas buah bisa diketahui dengan pasti,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Umum BPP PISPI, Sunarso menjelaskan gagasan PISPI tentang Visi Pembangunan Pertanian Indonesia. PISPI menilai pembangunan pertanian seharusnya bersifat Visioner dan Integratif.


Habib Bahar Tersangka, NasDem: Masa Dikit-dikit Kriminalisasi

"Visioner yang dimaksud adalah pembangunan pertanian Indonesia dalam jangka panjang, yakni 50-100 tahun. Karena permasalahan pertanian akan selalu berkembang kedepan, dibutuhkan pemecahan masalah yang visioner dan konsistensi kebijakan," ujar Sunarso saat menyampaikan pemaparannya.

"Selanjutnya, Integratif adalah pembangunan pertanian Indonesia yang tidak bisa serta merta hanya diserahkan kepada Kementerian Pertanian semata, namun juga harus dikerjakan bersama-sama lintas sektoral," tuturnya.

Pengamat: Jika Ingin Naikkan Citra Kejaksaan, Harus 'Cuci Gudang' Gedung Bundar

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata