logo


Kemendag Gelar Forum Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Tujuannya…

Ditjen PEN dan mitra kerja telah mengimplementasikan berbagai program

11 Desember 2018 12:16 WIB

Ilustrasi ekspor.
Ilustrasi ekspor. Istimewa

BOGOR, JITUNEWS.COM – Menjelang akhir tahun, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) melakukan monitoring dan evaluasi mitra kerja, baik di dalam maupun di luar negeri. Hal ini untuk memperkuat kerja sama antara Kemendag dan mitra kerja.

Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk “Forum Kerja Sama Pengembangan Ekspor” yang dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat, Senin (3/12).

Dalam forum ini, mitra maupun pelaksana proyek yang hadir adalah Japan Trade External Organization (JETRO), Hong Kong Trade Development Council (HKTDC), PT Antam Tbk, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Swiss Import Promotion Program (SIPPO), Import Promotion Desk (IPD) Jerman, serta Trade And Private Sector Assistance (TPSA) Kanada.


Resmi Dibuka Hari Ini, Pameran Manufacturing Indonesia 2018 Gagas Teknologi Baru

Selain itu, terdapat beberapa mitra kerja lainnya seperti Pusat promosi impor untuk negara berkembang (CBI) Belanda dan Wakayama Perfecture, Jepang.

“Melalui forum ini diuraikan implementasi kegiatan yang telah dilakukan bersama oleh masing-masing mitra selama tahun berjalan, sekaligus rencana kegiatan di tahun depan,” ungkap Direktur Kerja Sama Pengembangan Eskpor Ditjen PEN, Marolop Nainggolan.

Marolop menyampaikan, Ditjen PEN dan mitra kerja telah mengimplementasikan berbagai program seperti kegiatan pendampingan dengan para pelaku usaha, kegiatan misi dagang, misi pembelian, fasilitasi pameran di dalam dan luar negeri.

Selain itu, ada pula kegiatan peningkatan kapasitas bagi pemangku kepentingan dalam meningkatkan ekspor melalui lokakarya, seminar, dan berbagai pelatihan.

“Dengan diadakannya forum ini diharapkan dapat memberikan pemahaman terhadap upaya Ditjen PEN dan mitra kerja dalam meningkatkan ekspor nasional,” tandas Marolop.

Menurut Marolop, selain memberikan informasi, dalam forum ini Ditjen PEN berupaya menghimpun masukan dari para penerima manfaat. Hal ini agar ke depan kerja sama yang dilakukan dapat berjalan dengan optimal dan tepat sasaran.

Mengingat banyaknya mitra kerja Ditjen PEN dan fokus kegiatan yang cukup beragam, sehingga terdapat irisan kegiatan pada beberapa sektor dan produk yang menjadi perhatian.

“Pelaksanaan forum ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi para mitra agar dapat saling berkomunikasi dan bersinergi guna menghindari duplikasi kegiatan,” ujarnya.

Dalam forum ini, diungkap capaian kerja antara Ditjen PEN dengan para mitra kerja dalam berkontribusi untuk pengembangan ekspor nasional. Misalnya, dengan Kanada melalui TPSA Project.

Dari kerja sama ini, Indonesia mengekspor kopi senilai USD 6,5 juta pada tahun 2017 dan 2018. Selain itu, TPSA project ini telah mendidik sebanyak 16 pengusaha dan pada saat bersamaan telah menghasilkan berbagai panduan untuk pelaku usaha seperti “Panduan Masuk ke Pasar Kanada” dan “Panduan Mengikuti Pameran Internasional”.

Sementara itu, kerja sama dengan Jerman dilakukan melalui program IPD. Produk kayu ringan Indonesia, yaitu sengon yang awalnya dianggap kayu tidak bernilai, dapat terangkat dengan pemanfaatan teknologi sehingga menjadi bahan yang bernilai tinggi. Salah satunya bahan untuk bidang transportasi maupun bahan bangunan berkualitas.

Atas fasilitasi Ditjen PEN dan IPD Jerman, pada tahun 2017, melalui pameran Interzum di Cologne Jerman, pengusaha Indonesia mendapatkan permintaan ekspor sebesar USD 22,5 juta.

Selanjutnya, IPD Jerman memfasilitasi misi pembelian perusahaan-perusahaan Eropa ke wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang merupakan sentra industri berbahan baku kayu sengon. Dengan Jepang, kerja sama melalui JETRO.

Berbagai produk kreatif Indonesia berhasil masuk ke pasar Jepang. Selain itu, beberapa produk desain Indonesia yang menjadi pemenang ajang Good Design Indonesia (GDI) berkesempatan mengikuti kompetisi internasional dan memperoleh penghargaan Good Design (G-mark Japan).

Marolop juga menyampaikan, sebagai tindak lanjut dari forum ini, telah disepakati penyediaan data/informasi yang mencakup capaian dan hasil-hasil kerja sama beserta daftar penerima manfaat dari seluruh mitra kerja. Selain untuk menghindari tumpang tindih, lumbung data tersebut dapat mempermudah Ditjen PEN dan mitra kerja untuk melakukan pemantauan dan evaluasi selanjutnya.

Mengintip Canggihnya Mesin Mining Taiwan di Manufacturing Indonesia 2018

Halaman: 
Penulis : Riana