logo


Ekspor Perikanan Naik 10%, Udang Masih Jadi Primadona

Ekspor udang hingga akhir tahun ini mencapai US$ 1,8 miliar dengan volume 180.000 ton.

10 Desember 2018 19:27 WIB

Direktur Jenderal PDSPKP KKP, Rifky Effendi Hardijanto, saat menghadiri pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD Tangerang, Rabu (24/10).
Direktur Jenderal PDSPKP KKP, Rifky Effendi Hardijanto, saat menghadiri pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) BSD Tangerang, Rabu (24/10). ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan perikanan (PDSPKP) KKP, Rifky Effendi Hardijanto, mengungkapkan, hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018 mencapai US$ 5 miliar atau naik 10 % dari tahun 2017 yang sebesar US$ 4,52 miliar.

Dan, kata dia, ekspor udang masih menjadi primadona ekspor hasil perikanan hingga akhir tahun ini, yakni mencapai US$ 1,8 miliar dengan volume 180.000 ton.

“Dalam dua hingga tiga tahun mendatang akan terus berupaya mendongkar peningkatan ekspor udang nasional. Target kami, bisa meningkatkan ekspor udang iagar nilainya bisa mencapai US$ 2,8 miliar untuk dua atau tiga tahun ke depan,” kata Rifky, dalam keterangan resminya, Senin (10/12).


Jamin Keamanan Produk, KKP Perkuat Pengendalian Residu dan Kontaminan Proses Produksi Akuakultur

Lebih jauh Rifky menjelaskan, agar bisa mencapai nilai ekspor udang sebesar US$ 2,8 miliar, dibutuhkan tambahan volume ekspor udang sebesar 100.000 ton. Untuk itu, PDSPKP tengah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP untuk bisa meningkatkan produksi udang budidaya dalam negeri.

Selain menggenjot produksi udang, Rifky mengatakan, KKP juga menggenjot produksi ikan lainnya seperti tuna yang berada di urutan kedua terbesar penyumbang ekspor. Kemudian untuk cakalang dan tongkol di urutan kelima dan rumput laut di urutan keenam dari segi nilai ekspor tapi kedua dari segi volume.

"Selama ini produksi udang budidaya merupakan penyumbang terbesar ekspor perikana nasional yang mencapai 80 persen dan sisanya dari perikanan tangkap," ucap dia.

Adapun untuk pangsa pasar, Amerika Serikat (AS) masih menjadi pasar tujuan ekspor udang terbesar Indonesia. Dan di AS, ekspor udang dari Indonesia merupakan yang terbesar kedua setelah India. Selain AS, Eropa juga masuk dalam pangsa pasar udang kita.

“Dan saat ini, Indonesia berada di urutan ke-16 pengekspor udang ke benua biru tersebut. Dengan nilai US$ 84 juta saja dari pasar udang Eropa. Padahal tahun lalu, nilai pasar ekspor udang Uni Eropa mencapai US$ 6 miliar, tapi Indonesia hanya mampu meraup sebesar. Selain AS, Eropa sangat besar peluangnya, makanya harus kita garap maksimal mulai tahun depan,” tandasnya.

Selain mendongkrak ekspor, menurut Riffky yang tidak kalah penting adalah peningkatan konsumsi ikan dalam negeri. Mengingat makan ikan sehat, karena kaya akan protein dan omega 3, makanya konsumsi ikan dalam negeri juga harus terus diperkuat.

“Kalau kita bicara sejarah, kenapa Jepan orangnya pintar-pintar karena memang dulu setelah Jepang di bom sama sekutu, lalu hanya bisa makan ikan saat itu. Tapi karena makan ikan orang Jepan jadi pintar-pintar. Makanya kita akan punya bonus demografi generasi emas. Harapannya dengan banyak makan ikan generasi kita bisa lebih pintar-pintar,” ujarnya.

Adapun untuk angka konsumsi ikan nasional tercatat terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 angka konsumsi ikan nasional 43,94 kg/kapita setara ikan utuh segar, meningkat 6,74% dari tahun sebelumnya (41,11 kg/kap), dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 47,34 kg/kapita. Pada tahun 2018 ditargetkan sebesar 50,65 kg/kapita dan tahun 2019 sebesar 54,49 kg/kapita. “Ke depan ayo sama-sama kita gaungkan makan ikan agar kita bisa melahirkan generasi penerus yang pintar,” tuturnya.

Menteri Susi Dorong Udang Jadi Andalan Raup Devisa Ekspor

Halaman: 
Penulis : Riana