logo


Tanggapi Kasus Bahar bin Smith, Sandiaga: Hukum Jangan Tajam Ke Oposisi!

Bareskrim Polri telah menetapkan penceramah sekaligus pentolan Front Pembela Islam (FPI), Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian

8 Desember 2018 22:59 WIB

Nur Asia Uno dan Sandiaga Uno
Nur Asia Uno dan Sandiaga Uno Instagram @nurasiauno

3. Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka

Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (6/12) setelah menjalani pemeriksaan selama 11 jam. Dia menjadi tersangka dugaan ujaran kebencian yang menyebut Presiden Joko "Jokowi" Widodo sebagai banci.

Dalam pemeriksaan tersebut, Habib Bahar dicecar 29 pertanyaan oleh tim penyidik Bareskrim Mabes Polri. Bahar juga dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 16 ayat 4 huruf (a) ke-2 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).


Jokowi Angkat Bicara Soal Spanduk 'Jokowi PKI'

Azis Yanuar selaku pengacara Bahar bin Ali bin Smith mengatakan, timnya tengah mempertimbangkan mengajukan upaya hukum.

"Jadi setelah pemeriksaan sepanjang hari ini kepada Habib Bahar, tim penyidik menetapkannya sebagai tersangka. Kami masih mendiskusikan upaya hukum praperadilan," kata Aziz.

4. Bahar tidak ditahan polisi karena dinilai koperatif

Pengacara Bahar, Azis Yanuar mengatakan, kliennya koperatif saat menjalani pemeriksaan. Setelah diperiksa selama 11 jam oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri, Bahar dipersilakan untuk pulang.

"Alhamdulillah, belum penahanan," kata Azis di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/12).

5. Menurut pengacara, ceramah Bahar tidak bermaksud menghina kepala negara

Aziz menilai, kliennya tidak melakukan tindak pidana melontarkan ujaran kebencian dalam ceramahnya yang menyebut ‘Jokowi banci’. Bahar bin Smith kata Aziz, hanya menggunakan majas dalam isi ceramahnya.

“Sudah dibantah oleh Habib (Bahar bin Smith). Beberapa keterangan-keterangan hate speech itu dijelaskan mayoritas berisi majas. Habib mengisi ceramah itu mengandung unsur keagamaan, agama Islam. Harus dilihat dari sisi agama Islam kan. Beliau bawa buku kitab mengenai masalah-masalah majas bahwa yang dimaksud itu konotasinya negatif apalagi bagi pendukungnya. Tapi kalau dari sisi umum beliau dapat menjelaskan bahwa ini normal saja. Perumpamaan gitu. Terkait hate speech,” ucap Aziz.kan kadang normal ya di kehidupan kita disebut banci dan sebagainya,” kata dia.

Wajib Tahu! Berikut Istilah-Istilah Penting Terkait Organisasi Papua Merdeka

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma