logo


Tanggapi Kasus Bahar bin Smith, Sandiaga: Hukum Jangan Tajam Ke Oposisi!

Bareskrim Polri telah menetapkan penceramah sekaligus pentolan Front Pembela Islam (FPI), Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian

8 Desember 2018 22:59 WIB

Nur Asia Uno dan Sandiaga Uno
Nur Asia Uno dan Sandiaga Uno Instagram @nurasiauno

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bareskrim Polri telah menetapkan penceramah sekaligus pentolan Front Pembela Islam (FPI), Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian. Terkait hal itu, Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno meminta agar hukum jangan tajam ke oposisi, tapi tumpul ke penguasa.

Dilansir dari laman IDNTimes (08/12), Sandiaga menegaskan semua pihak harus menghormati proses hukum. Namun, dia meminta agar proses hukum bisa berjalan seadil-adilnya.

1. Sandiaga minta hukum bisa ditegakkan seadil-adilnya, jangan tajam ke Sandiaga mengaku percaya sekaligus berharap bahwa penegak hukum bisa menunjukkan keberpihakannya kepada kebenaran.


Jokowi Angkat Bicara Soal Spanduk 'Jokowi PKI'

"Ya seadil-adilnya. Hukum jangan tajam ke opisisi, tapi tumpul ke penguasa," kata Sandiaga, usai bertemu sejumlah tokoh masyarakat se-Jakarta Selatan dan Tangerang di Jalan Ciledug Raya, Petukangan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12).

Dia juga berharap agar suasana menjelang Pemilihan Presiden 2019 bisa sejuk dan damai. "Dan ukhuwah islamiyah kita jaga keutuhannya," kata dia.

2. Menurut Sandiaga, saat ini banyak ulama yang mengeluh karena menjadi 'target'

Sandiaga tak berkomentar secara konkret saat ditanya apakah penetapan Habib Bahar sebagai tersangka merupakan bentuk dari kriminalisasi terhadap ulama, seperti yang diucapkan oleh banyak pihak.

Sandi hanya menyebut jika hukum harus dijunjung tinggi, walaupun menurutnya saat ini banyak ulama yang mengeluh karena menjadi 'target'.

"Jangan sampai perlakuan terhadap ulama diinterpretasikan sebagai kriminalisasi ulama karena masyarakat itu banyak mendapatkan informasi, dan tentunya nilai-nilai luhur dari ulama. Jadi mari kita sama-sama berpikir teduh sejuk, turunkan tensi politik, kita biarkan proses hukum berlaku dan saya berdoa ini tidak memecah belah bangsa kita," katanya.

Wajib Tahu! Berikut Istilah-Istilah Penting Terkait Organisasi Papua Merdeka

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma