logo


Di Hadapan Mahasiswa, Jokowi Paparkan Program Pembangunan Nasional

Infrastruktur yang tersebar merata di seluruh penjuru Tanah Air akan meningkatkan konektivitas dan pada akhirnya akan mempersatukan seluruh wilayah dan rakyat Indonesia.

8 Desember 2018 17:38 WIB

Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan perwakilan Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/12/2018).
Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan perwakilan Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/12/2018). Biro Pers Sekretariat Presiden (Rusman)

BOGOR, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima perwakilan Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa perguruan tinggi diterima oleh Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/12/2018).

Kepada Presiden, para mahasiswa yang merupakan peserta Konferensi Mahasiswa Nasional itu menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait pendidikan dan sumber daya manusia.

Dalam tanggapannya, Presiden memaparkan sejumlah program kerja pemerintah yang akan dijalankan pada tahun 2019 mendatang. Presiden menegaskan, program kerja tersebut bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia menyongsong visi Indonesia Emas 2045.


Ketua PAN: Saya Apresiasi Jokowi, Terus Lanjutkan

"Strategi pembangunan akan kita geser dari infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia. Apa yang ingin kita kerjakan? Mempersiapkan Indonesia di 2045," terang Presiden melalui keterangan pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudi, Sabtu (8/12/2018).

Menurut Presiden, salah satu yang akan dilakukan pemerintah ialah dengan mengirimkan para mahasiswa maupun tenaga-tenaga kerja Indonesia untuk menimba ilmu di negara lain.

Perkembangan teknologi dan perubahan global mengharuskan setiap generasi muda Indonesia untuk berlomba-lomba menguasai teknologi untuk bersaing dengan negara lain.

"Kita ingin sebanyak-banyaknya menyekolahkan ke luar (negeri) untuk bidang-bidang yang berkaitan dengan teknologi. Jangan sampai kita ditinggal gara-gara kita enggak ngerti masalah itu," tuturnya.

Presiden juga menegaskan, pembangunan sumber daya manusia merupakan upaya pemerintah agar Indonesia tidak terjebak sebagai negara dengan pendapatan menengah.

Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang progresif untuk mempersiapkan hal itu.

Prasyarat dari program pembangunan sumber daya manusia itu, lanjut Presiden, ialah sebaran infrastruktur yang baik.

Selain sebagai fondasi bagi arah pembangunan nasional yang kedua (pembangunan SDM), pembangunan infrastruktur secara merata di Tanah Air juga dimaksudkan agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain.

"Infrastruktur ini prasyarat kita untuk bersaing dengan negara lain. Meskipun belum selesai tapi stok infrastruktur kita harus baik," kata Presiden.

Presiden menambahkan, persoalan pembangunan infrastruktur ini tidak melulu bermotif ekonomi. Infrastruktur yang tersebar merata di seluruh penjuru Tanah Air akan meningkatkan konektivitas dan pada akhirnya akan mempersatukan seluruh wilayah dan rakyat Indonesia.

"Pulau-pulau kalau tidak ada konektivitasnya mana bisa kita bersatu seperti ini," ucapnya.

Prabowo: Jokowi Hatinya Baik, Punya Keinginan yang Baik

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas