logo


Senator Desak Pemerintah Serius Tangani Anjloknya Harga Kopra

Menurut Stefi, harga kopra dalam 10 bulan terakhir anjlok, dari Rp 10 ribu menjadi Rp 3.200.

7 Desember 2018 11:18 WIB

Salah satu pusat penjualan Kopra di Kecamatan Belang, Minahasa Tenggara \n
Salah satu pusat penjualan Kopra di Kecamatan Belang, Minahasa Tenggara Tribunmanado/Valdy Suak

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anjloknya harga kopra di berbagai daerah di Indonesia mendapat tanggapan serius dari Anggota DPD RI, Matheus Stefi Pasimanjeku.

Menurut Stefi, harga kopra dalam 10 bulan terakhir anjlok, dari Rp 10 ribu menjadi Rp 3.200. Sontak, hal itu membuat para petani menjerit karena harga tersebut tidak mampu lagi menutupi biaya produksi dan untuk menanggung kebutuhan hidupnya.

“Hampir 90% petani di Maluku Utara menggantungkan hidup bekerja sebagai petani kopra. Mereka tak sanggup lagi membiayai kebutuhan hidup dengan harga kopra sekarang yang hanya 3200 rupiah. Hal itu yang menjadi persoalan serius dan menajadi sorotan bagi pemerintah,” ujar Stefi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (7/12).


Mengejutkan! Jumlah Ekspor Bawang Merah Indonesia Hanya Segini?

Senator dari Maluku Utara ini mengatakan, Pemerintah melalui kementerian terkait harus segera menindaklanjuti permasalahan anjloknya harga kopra tersebut.

“Saya sudah menyampaikan perihal ini anjloknya harga kopra di Maluku Utara pada sidang paripurna DPD RI yang lalu, dan saya harap melalui kewenangan kelembagaan DPD RI dapat mendesak pemerintah dan stakeholder terkait untuk mencari jalan keluar,” tuturnya.

Lebih jauh,, Stefi menyarankan kepada Pemerintah untuk memberikan subdisi harga kepada kopra sama seperti subsidi harga gabah yang pernah dilakukan oleh pemerintah di masa lalu.

Selain itu, Pemerintah juga didesak mencarikan solusi untuk mengolah produk kopra agar mengangkat harga dari kopra tersebut.

“Jika ini masih berlanjut sampai tahun depan, maka Pemerintah harus mengambil kebijakan untuk memberikan subsidi kepada kopra untuk membantu meningkatkan perekonomian para petani kopra,” kata Stefi.

“Selain itu, produk lanjutan dari kopra sebagai solusi untuk menaikan harga kopra seperti produk santan beku, ataupun tepung dan bahan olahan lainnya harus dipikirkan oleh Pemerintah dengan mendorong stakeholder melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian,” pungkasnya.

Prabowo Berapi-Api Ingatkan Generasi Milenial, Netizen Nangis!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana