logo


Elite Politik Jangan Umbar Kegaduhan di Ruang Publik

Bachtiar meminta kepada para elite politik agar lebih mengedepankan cara-cara berpolitik yang penuh kesantunan.

6 Desember 2018 19:42 WIB

Ilustrasi, bendera partai politik.
Ilustrasi, bendera partai politik. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Bung Karno, Syamsul Bachtiar, mengaku prihatin dengan kehidupan berbangsa dan bernegara akhir-akhir ini.

Pasalnya, kata dia, budaya bangsa Indonesia yang lebih mengedepakan nilai-nilai kesopanan dan kebersamaan kian terkikis.

"Sebagai anak bangsa saya merasa prihatin dengan sikap dan prilaku bangsa ini khususnya di tahun politik seperti ini. Bangunan kebersamaan yang merupakan spirit dari Kebhinekaan tak nampak lagi. Prilaku saling mencaci dan membenci hanya karena beda orientasi politik justru kian mencuat,” ujar Bachtiar, di Jakarta, Kamis (6/12).

“Kami barisan anak-anak muda yang cinta kepada negara ini meminta kepada para elite politik untuk tidak mengumbar kegaduhan politik di ruang publik," imbuhnya.


Politikus di Indonesia Lucu! Jokowi atau Prabowo Berikan Pernyataan, yang Menerjemahkan Malah...

Lebih jauh, Bachtiar meminta kepada para elite politik agar lebih mengedepankan cara-cara berpolitik yang penuh kesantunan.

"Elite politik ini harus memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakat bukan memberikan contoh yang jauh dari nilai-nilai kepribadian bangsa ini, yakni nilai-nilai kepribadian berdasarkan Pancasila. Janganlah kegaduhan menjadi legacy untuk generasi penerus peradaban bangsa ini,” tuturnya.

Pria yang juga sebagai aktivis anti narkoba ini mengimbau agar kontestasi Pemilu baik itu Pilpres maupun Pileg agar dijadikan sarana saling menguatkan bangunan kebangsaan.

"Pileg maupun Pilpres nanti harusnya dijadikan alat memperkuat bangunan demokrasi kita, demokrasi yang berpijak pada spirit Pancasila," katanya.

Sementara itu, Sekjen Pemuda Bung Karno, Reynaldo Andreas, mengajak kepada seluruh elemen bangsa ini untuk lebih merekatkan nilai-nilai persatuan bangsa di tengah suhu politik yang kian memanas saat ini.

"Berbeda pilihan politik boleh karena itu hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Namun, jangan sampai perbedaan itu justru saling menjauhkan kita sesama anak bangsa,” pungkasnya.

Jika Benar-Benar Mirip Trump, Sang Mantan Danjen Kopassus Akan Bernasib Seperti Ini!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana