logo


Soal Pembantaian di Papua, DPD: Jangan Sampai Kasus Ini Jadi Pusat Perhatian Dunia

Carles bilang, Pemerintah harus berhati-hati dalam persoalan ini.

6 Desember 2018 18:52 WIB

Anggota DPD RI Provinsi Papua, Carles Simaremare
Anggota DPD RI Provinsi Papua, Carles Simaremare ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota DPD RI, Carles Simaremare, mengimbau kepada TNI, Polri, dan Pemerintah untuk tidak menginternasionalkan kasus penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terhadap 31 pekerja proyek PT Istaka Karya yang tengah membangun Jembatan Habema-Mugi di Kabupaten Nduga, Papua.

Carles bilang, Pemerintah harus berhati-hati dalam persoalan ini. Pasalnya, bisa saja kasus penembakan ini menjadi harapan mereka (KKSB) agar ter-publish keseluruh dunia.

“Kasus ini bisa saja menjadi harapan mereka agar jadi perhatian dunia. Jadi harus hati-hati jangan sampai seperti dulu lagi yaitu pembumihangusan,” ujar Carles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/12).


Presiden Maju Terus Bangun Papua, Bamsoet: Saya Angkat Topi

Senator dari Papua ini mengungkapkan bahwa dirinya sangat prihatin atas peristiwa penembakan tersebut.

“Kami senator yang diutus dari Papua merasa prihatin kepada korban penembakan di Nduga. Yang patut disesalkan terjadi pada bulan Desember, dimana bulan yang penuh damai, ampun, rahmat dari Tuhan,” tuturnya.

Charles menjelaskan bahwa pada bulan Desember hingga akhir tahun merupakan bulan yang sangat sakralm dimana ada penyelenggaran Natal. Sehingga, pada bulan Desember ini seharusnya tidak pantas ada keributan dan pembunuhan yang korbannya begitu banyak.

“Alasan dari peristiwa itu saya tidak tahu persis penyebabnya. Intinya kita tidak membenarkan kejadian itu, korban hanya warga biasa yang sedang membangun Papua,” tuturnya.

Padahal, kata Charles, pembangunan itu bisa dinikmati oleh generasi-generasi masyarakat Papua yang akan menikmatinya. Para pekerja yang menjadi korban itu memiliki keluarga, jadi kasian bila mereka menjadi korban.

“Kita juga berharap kepada TNI dan Polri untuk mengejar para pelaku. Namun, jangan sampai pengejaran ini salah tangkap atau salah sasaran,” pungkasnya.

 

Ada Insiden Penembakan, Begini Nasib Program Bagi-bagi LTSHE di Papua

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana