logo


Negara Ini Diduga Terlibat Gerakan Separatis yang Mendukung Kemerdekaan Papua Barat

Gerakan separatis yang terjadi di Papua serta Papua Barat diduga didukung negara asing

6 Desember 2018 13:34 WIB

Organisasi Papua Merdeka (OPM).\n\n
Organisasi Papua Merdeka (OPM). Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kasus penyanderaan dan penembakan terhadap 31 pekerja proyek jalan Trans Papua di Nduga, Papua pada 2 Desember 2018, mengusik keamanan dan kenyamanan masyarakat di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Penembakan ini diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang menginginkan kemerdekaan.

Dilansir dari laman Tempo (6/12), gerakan separatis yang terjadi di Papua serta Papua Barat diduga didukung negara asing, diantaranya Vanuatu sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan.


Wajib Tahu! Papua adalah Provinsi Paling...

Situs abc.net.au, pada September 2018 lalu mewartakan, Vanuatu akan terus melakukan lobi pada sejumlah negara untuk mengumpulkan dukungan agar Provinsi Papua Barat bisa menentukan masa depannya sendiri.

Vanuatu diketahui telah berusaha menggalang dukungan dari negara-negara Pasifik, namun dipastikan Vanuatu tak akan mendapat dukungan dari Papua Nugini.

Gary Juffa, politisi di Papua Nugini, mengatakan jika pemerintah Vanuatu tidak bisa memberikan suara bagi kebebasan Papua Barat, maka Vanuatu sendiri bukan negara merdeka.

"Papua Barat dikendalikan oleh negara lain," kicau Juffa melalui Twitter.

Provinsi Papua Barat yang beribu kota di Manokwari sebelum 1999 bernama Irian Jaya Barat. Wilayah ini bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BMKG: Gempa Berkekuatan 5,7 SR di Bali-NTB Disebabkan Oleh...

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma