logo


Komisioner KPK Minta Untuk DPR Tidak Digaji, Fadli Zon: Jangan Ngomong Sembarangan!

Tak mampu menyelesaikan sejumlah Rancangan Undang-undang (RUU) membuat Komisioner KPK minta DPR tak usah digaji

5 Desember 2018 16:37 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pernyataan Komisioner KPK Saut Situmorang yang menyarankan agar gaji DPR tidak dibayar karena tak mampu menyelesaikan sejumlah Rancangan Undang-undang (RUU) mendapat kritikan dari Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.

Menurutnya pernyataan Saut tersebut menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak paham akan mekanisme pembuatan undang-undang di lembaga legislatif.

Baca Juga: Prabowo Pecinta Kucing, Ini Sifat dan Karakter Pecinta Kucing, Nomor 5 Ngena Banget


Penurunan Kinerja DPR, Fadli Zon Minta Harap Dimaklumi, Netizen: Kebanyakan Minum Jadi Minta Maklum

Sandiaga: Nabi Yusuf Butuh Waktu 7 Tahun, Saya Cukup 3 Tahun Untuk Memulihkan Krisis Ekonomi

"Ya mungkin dia enggak ngerti ya, dia enggak ngerti bagaimana mekanisme pembuatan undang-undang,” ujar Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (5/12).

Dalam hal ini, Fadli menyarankan agar Saut kembali belajar tentang mekanisme pembuatan UU di lembaga legislatif.

“Mungkin dia harus belajar lagi dia itu,” saran Fadli.

Politisi Gerindra ini menjelaskan lamanya suatu pembahasan Undang-Undang di DPR bukan karena anggotanya malas melainkan juga karena adanya tarik menarik kepentingan Partai Politik.

Media Tak Beritakan Reuni 212, Prabowo: Mulai Sekarang Jangan Hormati Jurnalis, Mereka Semua Antek

Saksi Hidup Insiden Papua: Para Pekerja Digorok Oleh KKSB, Mereka Menari Sambil....

“Lamanya pembuatan dan pembahasan UU di DPR bukan karena persoalan mau atau tidak mau. Namun, hal itu karena adanya tarikan-tarikan politik dalam pembahasannya,” kata Fadli.

“Jadi pernyataan itu saya kira pernyataan yang di luar tupoksinya sebagai komisioner KPK, jadi harus hati-hati lah jangan ngomong sembarangan gitu,” pungkasnya.

Berbeda dengan PBNU, Fadli Sebut Dubes Saudi Harus dapat Penghargaan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugroho Meidinata