logo


Moeldoko: Jangan Melihat Peristiwa di Papua dengan Sebelah Mata

Moeldoko menerangkan, saat ini 150 anggota TNI dan Polri digerakkan untuk memulihkan kondisi keamanan di Papua

5 Desember 2018 11:59 WIB

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko KSP

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyatakan, pemerintah memiliki sikap tegas mengutuk keras Peristiwa Nduga.

“Ini bukan hanya aksi kriminal biasa. Ini aksi terorisme oleh Organisasi Papua Merdeka,” kata Moeldoko di Bina Graha Kantor Staf Presiden, Rabu (5/12).

Panglima TNI 2013-2015 itu menyatakan, pemerintah bergerak cepat untuk memulihkan keamanan di papua.


Prihatin dengan Penembakan di Papua, Sandiaga: Keadilan Perlu Dihadirkan

“Pembangunan di Papua tetap dilanjutkan. Karena ini adalah upaya membuka infrastruktur daerah tertinggal yang menjadi visi Presiden Jokowi,” katanya.

Moeldoko menegaskan, bahwa TNI dan Polri akan melindungi warga sipil asli Papua maupun pendatang dari gangguan kelompok ini.

Penyerangan dan pembunuhan terhadap sejumlah pekerja PT Istaka Karya pada Minggu (2/12), dilakukan saat mereka tengah membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Saat ini, jumlah korban tepatnya masih dikonfirmasikan.

Moeldoko Sebut Penembakan Pekerja di Papua Bukan Sekadar Kriminal Biasa

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata