logo


Ungkap 'Sadisnya' Pembantai Pekerja Trans Papua hingga Mundurnya TNI dari Pos Penjagaan, Kolonel Aidi: Danpos Memutuskan untuk...

Kondisi medan tidak menguntungkan sehingga personel TNI harus mundur.

5 Desember 2018 09:17 WIB

TNI di Papua.
TNI di Papua. CNNIndonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kronologi penyerangan dan pembantaian pekerja PT Istaka Karya serta mundurnya personel TNI dari pos penjagaan akhirnya diungkap ke publik.

Hal itu semakin jelas setelah salah satu pekerja yang selamat, Jimmi Aritonang, memberikan keterangan.

Baca juga: Prabowo Goda Netizen: Saya Kasih Hadiah Follow. Biar Nambah Followernya...


Capres atau Cawapres dari Tanah Papua? Salah Satunya adalah...

Jimmi yang berhasil dievakuasi dari Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, mengaku bahwa pada tanggal 1 Desember 2018 seluruh karyawan PT Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja.

Hal itu lantaran akan diadakannya upacara peringatan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPNOPM).

“Sekitar pukul 15.00 WIT, kelompok KKB mendatangai Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan yang berjumlah 25 orang keluar. Mereka selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar 50 orang KKB bersenjata campuran standar militer,” ujar Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi menirukan keterangan Jimmi, Rabu (5/12) di Jakarta.

Senjata Pelaku Pembantaian di Papua, Kolonel Aidi: Jumlahnya Puluhan, Standar NATO!

Halaman: 
Penulis : De Sukmono